Dilangsir dari Tribata News, Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, menjelaskan bahwa harga avtur di Indonesia masih tergolong mahal dibandingkan dengan negara lain seperti Singapura dan Dubai.
Harga avtur di Indonesia lebih mahal Rp4.000 dibandingkan Singapura dan Rp7.000 dibandingkan Dubai.
"Hal ini lah yang menyebabkan harga tiket pesawat domestik menjadi mahal," ujar Direktur Marhen. Mahalnya harga avtur di Indonesia ini disebabkan karena tidak adanya subsidi dari pemerintah. Sementara di negara lain seperti Dubai, harga avtur mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Selain harga avtur, faktor lain yang menyebabkan mahalnya harga tiket pesawat domestik adalah karena belum pulihnya 100% operasional pesawat udara pasca pandemi COVID-19. Sebelum pandemi, terdapat sekitar 1.200 armada pesawat udara di Indonesia.
Saat ini, hanya sekitar 800 armada pesawat udara yang beroperasi.
"Kondisi ini disebabkan operator pesawat udara belum pulih 100 persen untuk mobilisasi armada pesawat udaranya setelah terdampak pandemi," ucap Direktur Marhen.
Kemenparekraf mendorong Pertamina untuk mengevaluasi harga avtur agar lebih kompetitif dan membantu menurunkan harga tiket pesawat domestik.
Baca Juga: Berburu Makanan Unik di Jogja? Yuk Cobain Menu Kuliner Rasa Otentik Bikin Lidah Meleleh
Selain itu, Kemenparekraf juga mendorong operator pesawat udara untuk mempercepat pemulihan operasionalnya agar jumlah armada pesawat udara yang beroperasi dapat kembali normal.
Diharapkan dengan upaya-upaya tersebut, harga tiket pesawat domestik dapat diturunkan sehingga dapat mendorong sektor pariwisata nasional.
Editor : Bahana.