RADAR JOGJA - Di tengah berbagai pemenuhan kebutuhan hidup, mengandalkan gaji saja dinilai tak cukup. Karena itu dibutuhkan tambaha penghasilan lain di luar gaji. Hal itu untuk mewujudkan kebebasan finansial.
Hal itu mengemuka dalam bedah buku 'Aneka Inspirasi Memulai Bisnis Sampingan bagi Karyawan', karya Desy Wijaya yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY di Giwangan, Umbulharjo, Rabu (5/6). Hadir dalam kesempatan itu sang penulis buku Desy Wijaya dan anggota DPRD DIY Purwanto ST. Juga praktisi usaha Oni Wantara.
Dalam bukunya Desy menyebut, bai seorang karyawan dibutuhkan sumber penghasilan tambahan. Tujuannya agar dapat memiliki kelonggaran atau kebebasan finansial. "Salah satu opsi yang bisa dimulai adalam memulai usaha sampingan dari rumah," ungkapnya.
Untuk memulainya bisa dengan menyaring dan menemukan ide bisnis yang dapat dikerjakan sambil mengerjakan pekerjaan utama. "Atau setelah sepulang bekerja," tuturnya.
Dalam bukunya, Desy menyajikan aneka inspirasi untuk memulai usaha sampingan. Khususnya bagi karyawan. Termasuk berbagai inspirasi yang disertai dengan contoh dan pertimbangan yang memungkinkan untuk belajar berhitung dan berstrategi sebelum memulai usaha bisnis sampingan.
Purwanto memaparkan salah satu yang sering dikeluhkan untuk memulai usaha adalah terkait modal. Soal itu, Pemprov DIY memiliki program lumbung Matarama yang bisa diakses masyarakat berbagai kalangan. Syaratnya dengan berkelompok. Di sana bukan diberi modal berupa uang.
"Tapi yan ingin beternak diberi ayam atau kambing untuk dikembangbiakan, begitu pula sektor lain," jelasnya.
Ketua pelaksana acara M Iqbal Hardian menyebut, kegiatan ini merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat dalam meningkatkan minat baca buku.
"Melalui literasi kita ajak masyarakat untuk mempelajari life skill yg bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari," jelasnya.
Hardian berharap dengan buku tentang kewirausahaan dapat menarik minat masyarakat untuk terjun dalam wirausaha.