RADAR JOGJA – Badan Pusat Statistik (BPS) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mencatat terjadi deflasi sebesar 0,08 persen pada Mei 2024. Turunnya harga beras di DIJ menjadi salah satu penyebab terjadinya deflasi sebesar 0,08 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm) per Mei 2024.
Deflasi yang terjadi pada Mei ini menjadi deflasi kedua selama 2024 ini. Sebelumnya deflasi pernah terjadi pada Januari 2024 yaitu 0,02 persen.
Kepala BPS DIJ Herum Fajarwati mengatakan, penurunan harga beras di DIJ disebabkan adanya panen raya di Kabupaten Gunungkidul serta kabupaten lain pada Mei 2024. Hal itu mengakibatkan harga beras turun sehingga terjadi deflasi. Harga beras sendiri memberikan andil deflasi sebesar 0,15 persen.
Deflasi yang terjadi pada Mei 2024 ini, mendukung kestabilan kondisi ekonomi DIJ. Setelah terjadi inflasi pada April 2024 bertepatan dengan libur Hari Raya Idul Fitri. Meski beberapa bulan ke depan diprediksi akan terjadi kekeringan, Herum optimistis laju inflasi akan tetap terkendali.“Sehingga ekonomi tetap bertumbuh, daya beli tidak turun, akhirnya kesejahteraan petani dan kondisi ekonomi masyarakat tetap meningkat,” ujarnya, kemarin (4/6). Editor : Satria Pradika