Kopi tersebut menjadi potensi daerah di Kabupaten Magelang yang siap menjajaki marketplace.
Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), Kemenkumham Kurniaman Telaumbanua mengutarakan, sejauh ini pihaknya telah melakukan pendaftaran untuk 144 produk IG. Baik lokal maupun internasional.
Namun, dari jumlah itu, ada 129 produk asli Indonesia dan sisanya berasal dari luar negeri. Produk-produk tersebut juga bervariasi.
"Tapi, sebagian besar produk IG lokal didominasi kopi. Satu di antaranya produk kopi arabika Merapi Merbabu Magelang ini," ujarnya, Selasa (23/4/2024).
Kegiatan Geographical Indication Goes to Marketplace ini, kata dia, menjadi satu fokus DJKI untuk meningkatkan kapasitas dan peran pemilik IG dalam melakukan promosi dan komersialisasi.
Dengan target akhir berupa pemasaran pada marketplace.
Kurniaman menambahkan, IG merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang disebabkan oleh faktor lingkungan geografis.
Termasuk faktor alam, manusia, atau kombinasi dari keduanya.
Dengan begitu, dapat memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.
Tanda yang digunakan sebagai indikasi geografis dapat berupa etiket atau label yang dilekatkan pada barang yang dihasilkan.
Tanda tersebut bisa berupa nama tempat, daerah, wilayah, kata, gambar, huruf, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut.
Baca Juga: DARURAT! Kulon Progo Diserbu Hama Wereng Batang Coklat, Bagaimana Nasib Tanaman Padi
"Potensi di Kabupaten Magelang ini cukup banyak. Pemda sebaiknya turut menginventarisasi produk-produk yang berpeluang menjadi IG," bebernya.
DJKI bakal terus memberikan pendampingan kepada pelaku usaha kopi di Kabupaten Magelang melalui Geographical Indication Goes to Marketplace.
Harapannya, pemilik produk IG terdaftar dapat meningkatkan engagement dan penjualan produk IG-nya.
Selain itu, pelaku usaha juga dapat meningkatkan kemampuan teknis pemilik hak IG dalam hal promosi dan komersialisasi.
Baik melalui media daring maupun luring. "Sehingga, dengan demikian dapat meningkatkan jangkauan pasar produk IG dan daya saing bagi produk IG di daerah," pungkasnya.
Kepala Divisi Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia Rahmia Hasniasari menuturkan, Tokopedia terus berupaya membantu pegiat usaha di Indonesia, khususnya UMKM.
Untuk menciptakan peluang dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional lewat pemanfaatan teknologi.
"Salah satunya dengan mendukung rangkaian acara Geographical Indication Goes to Marketplace Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang yang dilaksanakan oleh DJKI serta Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang," kata Rahmia.
Saat ini, lanjut dia, memang masih dalam tahap pelatihan.
Tokopedia akan menyediakan narasumber dan fasilitator dengan berbagai topik mulai dari cara mendaftar di Tokopedia dan Shop (pada aplikasi TikTok).
Baca Juga: Kena Penyakit Mulut dan Kuku, Produksi Susu di Boyolali 2023 Alami Penurunan, Segini Jumlahnya..
Lalu, memanfaatkan fitur di kedua platform, tips branding, pemasaran produk kopi, hingga pelatihan manajemen keuangan.
Lewat pelatihan ini, Rahmia berharap, para pelaku UMKM Kopi Arabika Merapi Merbabu Magelang dapat memperluas pasar lewat pemanfaatan platform digital.
Serta menjadi contoh bagi UMKM IG di daerah lain untuk mengembangkan usaha.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto bersyukur, salah satu produk unggulan di wilayahnya bisa tembus IG.
Terlebih, nantinya produk tersebut dapat dipasarkan melalui marketplace.
"Ke depan, setelah dilakukan pelatihan dan pendampingan, harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ungkapnya.
Selain kopi, lanjut dia, produk unggulan lain di Kabupaten Magelang bakal diusulkan menjadi IG. Baik berupa produk pertanian, UMKM, maupun kerajinan lainnya.
"Tentunya dengan standar kualitas yang baik. Di sini, ada kopi jenis lain seperti robusta, beras jenis mentik wangi, dan lainnya," imbuhnya.
Editor : Bahana.