RADAR JOGJA - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akhirnya menjawab isu miring terkait dana haji. BPKH memastikan dana haji ya g dikelola saat ini mencapai Rp 168 triliun yang diinvestasikan di investasi syariah. Yang hasilnya dikembalikan pada kemaslahatan umat.
Hal itu ditegaskan Anggota Bidang Penghimpunan, Penempatan, Investasi Langsung, dan Investasi Lainnya BPKH Hary Alexander dalam kegiatan Safari Haji bersama BPD DIY di Hotel Tentrem Jogja Jumat (1/3).
"Kami ingin menjawab hoaks dana haji habis, per hari ini masih ada Rp 168 triliun uang haji yang kami tempatkan di berbagai perbankan," tuturnya.
Bahkan dia mengklaim dengan dana haji yang dikelola BPKH saat ini bisa untuk memberangkatkan 600 ribu jemaah haji Indonesia sekaligus. Saat ini kuota haji yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada Indonesia mencapai 241 ribu.
Hary juga membantah terkait isu dana haji yang dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Menurut dia, tidak ada Rp 1 pun dana haji untuk kegiatan pembangunan infrastruktur. Yang ada, lanjut dia, dana haji tersebut diinvestasikan pada surat berharga syariah negara (SBSN).
Imbal hasil yang diperoleh pun mencapai Rp 8 triliun. BPKH pun mengalokasikan dana tersebut untuk melakukan pembangunan gedung Universitas Islam Negeri (UIN), madrasah mulai dari tingkat ibtidaiyah hingga aliyah.
Termasuk juga terkait dengan keperluan haji. "Untuk membangun embarkasi dan asrama haji, intinya kami kembalikan pada kemaslahatan umat," tuturnya.
Selain dana haji, BPKH juga mengelola dana abadi umat yang berasal dari uang jamaah haji. Setiap tahun, lanjut dia, dana ini memberikan manfaat sebesar Rp 240 miliar dan digunakan untuk kemaslahatan umat baik di sektor haji, pendidikan, dakwah, sosial budaya maupun ekonomi.
"Di DIY ini saja ada 20 program kemaslahatan yang berasal dari dana abadi umat," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyebut dari 220 juta warga Indonesia ada sekitar 17 juta warga muslim Indonesia yang istitaah kesehatan dan keuangannya bagus dan dianggap mampu berangkat haji.
BPKH mata dia, bertugas untuk mencari dan mengajak 17 juta warga muslim tersebut untuk berangkat haji.
"Karena itu harus diperluas ajakan Hani tak hanya di pondok pesantren atau majelis taklim tapi juga di pusat keramaian,"paparnya.
Editor : Heru Pratomo