Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenali Reksa Dana, Obligasi dan Saham, Mana yang Cocok untuk Investasi Kamu ?

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 27 Februari 2024 | 18:41 WIB

Ilustrasi seseorang sedang menentukan pilihan investasi. Apakah menggunakan reksa dana, obligasi atau saham.
Ilustrasi seseorang sedang menentukan pilihan investasi. Apakah menggunakan reksa dana, obligasi atau saham.


RADAR JOGJA – Reksa dana, saham dan obligasi adalah tiga hal yang berbeda.

Tapi apakah kalian tahu apa itu obligasi, reksa dana dan apa itu saham?


Dikitip dari laman Pasar Dana, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum lama ini menyebutkan, bahwa minat masyarakat Indonesia untuk berinvestasi di pasar modal cenderung meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif serta berkembangnya teknologi informasi.

Nah, bagi anda yang masih bingung untuk memilih jenis investasi, mungkin ulasan berikut dapat menjadi 'masukan' bagi anda untuk memutuskan jenis investasi seperti apa yang diinginkan dan diyakini lebih menguntungkan untuk anda.


1. Reksa dana


Reksa dana merupakan cara lain untuk kita berinvestasi dalam saham, obligasi, atau kas alternatif.

Reksa dana diibaratkan sebagai suatu paket saham atau obligasi.

Pada dasarnya, uang anda akan dikumpulkan dengan uang dari investor lain.

Kemudian, dilakukanlah proses penginvestasian atas suatu surat berharga.

Proses penginvestasian ini melibatkan manajer investasi sebagai pengelola investasi tersebut.

Tetapi perlu diketahui bahwa, uang yang anda investasikan di reksa dana bukanlah hak milik anda sendiri melainkan digabungkan dengan investor-investor lainnya.

Ibaratnya anda hanya mempunyai sepotong kue dari potongan utuh kue besar.

Tetapi bukan berarti anda tidak akan mendapatkan return (kembalian).

Anda tetap akan mendapatkan return tetapi jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan anda menanam uang anda di bursa saham sendiri.


2. Obligasi


Cara terbaik untuk menjelaskan apa itu obligasi adalah pinjaman.

Anda meminjamkan uang anda kepada negara atau kepada suatu perusahaan, dan sebagai timbal baliknya, mereka akan memberikan bunganya kepada anda sejumlah yang mereka pinjam.

Biasanya obligasi dianggap jenis konservatif investasi dikarenakan anda dapat memilih panjang dan jangka waktu obligasi yang anda inginkan dan tahu persis berapa banyak uang yang anda akan dapatkan kembali pada akhir masa atau "jatuh tempo".

Dan juga, obligasi mempunyai banyak sekali tipe-tipe yang menjadi pilihan dari seorang investor tersebut, sesuai dengan ketentuan apa yang menjadi tujuan utama investor tersebut.

Dalam garis besar, obligasi merupakan instrumen investasi yang kurang berisiko daripada saham, dan cara utama bagi anda sehingga anda dapat kehilangan uang pada obligasi adalah jika perusahaan atau pemerintah menerbitkan default obligasi pada kewajiban mereka.


3. Saham


Saham sendiri agak berbeda dengan reksa dana maupun obligasi karena memiliki resiko yang cukup tinggi.

Saham adalah suatu hak kepemilikan atas suatu perusahaan.

Ketika kita membeli sebuah saham atas suatu perusahaan, kita hanyalah membeli sebagian dari perusahaan tersebut.

Jadi, jika (saham) perusahaan yang kita beli itu memberikan prospek yang baik maka kita pun akan mendapatkan return yang baik pula atau bisa di bilang besar.

Seperti halnya dalam obligasi, saham pun juga mempunyai berbagai macam tipe saham dan juga berbagai macam perusahaan yang dapat kita investasikan.

Yang harus kita selalu ingat adalah, ketika suatu saham mempunyai return yang di bilang tinggi, maka resiko akan jatuhnya nilai return tersebut juga besar.


Jadi pilihklah dengan teliti sesuai dengan kebutuhan anda, jika ingin mendapatkan perputaran uang yang pasti pasti aja dengan minim resiko lebih baik pilih reksadana karena memiliki resiko yang kecil, namun jika ingin mendapatkan yang lebih tinggi bisa di obligasi atau ingin mendapatkan lebih tinggi lagi bisa mulai di saham walaupun memiliki resiko yang lumayan tinggi.


(Zihan Yafi Alghani/Radar Jogja)

Baca Juga: Raja Keraton Jogja Sultan HB Ka 10 Ziarahi Leluhurnya melalui Abdi Dalem dengan Gelar Kuthomoro dan Sadranan

Editor : Meitika Candra Lantiva
#ulasan #Kenali #investasi #reksa dana #menguntungkan #Obligasi #Ekonomi #saham