RADAR JOGJA - Olahan kain batik beragam bentuknya. Tapi tak banyak yang memperhatikan limbahnya. Di Batik Benang Ratu semua bisa diolah dan dijual. Termasuk melibatkan para penyandang disabilitas untuk memproduksinya.
Owner Batik Benang Ratu, Christian Sinudarsono dan Maria Eunike Santoso menuturkan, saat ini sudah menggandeng mitra binaan untuk memproduksi batik yang dijual di outlet Batik Benang Ratu di berbagai daerah. Termasuk di antaranya di Kota Jogja. Sebagian besar masih diproduksi pelaku UMKM di Jawa Tengah.
"Sisa kain produksi pun sebisa mungkin kami manfaatkan, kami harapkan bisa zero waste," kata Maria kepada wartawan di sela grand opening toko Batik Benang Ratu cabang Yogyakarta di Jalan Gedongkuning, Sabtu (24/2/2024).
Kain batik sisa-sisa produksi, yang berupa kain perca tersebut, dikumpulkan untuk diolah kembali. Tapi dengan melibatkan para penyandang disabilitas. Kain perca tersebut diolah kembali menjadi barang produksi yang masih layak jual. Maria mencontohkan, seperti dibuat handmade berupa taplak meja, keset atau udeng.Hasil karya para penyandang disabilitas binaan toko Batik Benang Ratu itu pun dijual di outlet-outlet.
"Paling tidak setiap bulannya ada satu mobil pikap kain sisa produksi yang dikirim untuk bisa kembali diolah," kata Christian.
Di setiap cabang toko Batik Benang Ratu mendokumentasikan cerita rakyat di daerah setempat. Untuk cabang Yogyakarta, cerita rakyat yang diangkat yaitu legenda Candi Prambanan dengan Roro Jonggrang sebagai tokoh utamanya.
"Kami pelan pelan mendokumentasikan cerita rakyat Indonesia dalam bentuk batik. Dan kami memiliki rencana dalam 10 tahun mendatang ingin menggelar sebuah pameran cerita rakyat Indonesia yang seluruhnya dibuat dalam bentuk batik," terang Maria
Menurut Maria, saat berkunjung di Batik Benang Ratu Yogyakarta, para pengunjung tidak hanya belanja batik, namun juga diajak mengingat kembali kisah dari Roro Jonggrang yang dihadirkan dalam bentuk instalasi visual dan interactive activity.
"Batik Benang Ratu menyajikan sebuah konsep toko batik yang tidak hanya menjual batik saja namun memberikan sisi edukasi histori bagi para customernya," tuturnya.
Christian Sinudarsono menambahkan, Toko Benang Ratu Yogyakarta menjadi toko pertama di antara cabang Benang Ratu yang menghadirkan lima sensory activity untuk pada pembeli. Mereka bisa menggunakan lima panca indra mereka untuk bisa merasakan keindahan dan keagungan batik Indonesia melalui penglihatan, pendengaran, perasa, peraba dan penciuman.
"Ini akan menjadi pengalaman berbeda dalam berbelanja batik bagi para customer kami," katanya .
Christian mengatakan, Batik Benang Ratu memiliki visi yaitu ingin membatikkan nusantara dengan jenis batik yang beragam yang pasti akan sesuai dengan selera setiap generasi dan harga yang sangat terjangkau. Sehingga semua kalangan dapat mengenakan batik. "Kami ingin membawa batik Indonesia ke 'next level," tegasnya.
Editor : Heru Pratomo