Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemakaian QRIS di DIY Meningkat, Optimisme Terwujudnya Inklusi Keuangan

Adib Lazwar Irkhami • Sabtu, 17 Februari 2024 | 18:15 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Kerja sama antara Pemprov dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIJ dalam memperkuat sektor perekonomian menghasilkan berbagai inisiatif positif. Salah satunya dengan masifnya pemanfaatan metode pembayaran cashless atau Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai bentuk optimisme terwujudnya inklusi keuangan di DIJ. 


Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X mengatakan, semakin besarnya pemanfaatan QRIS untuk pembayaran patut diapresiasi. Sebab, upaya yang dilakukan BI itu sebagai bentuk optimisme terwujudnya inklusi keuangan di wilayah DIJ. 


"Tentu menjadi harapan kita bersama, sinergi akan terus terjalin baik untuk akseptasi QRIS dengan didukung inovasi fitur yang berkelanjutan dan perluasan kerja sama," katanya dalam Pengukuhan Kepala Perwakilan BI DIJ di Bangsal Mataram, Kantor Perwakilan BI DIJ, kemarin (16/2). 


HB X menjelaskan, beberapa bukti nyata lainnya dari sinergi yang telah dibangun antara Pemprov dan Perwakilan BI DIJ di antaranya sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam kerangka Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), hingga pengembangan UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. 


Pun dengan inisiatif seperti platform SiBakul, virtual showcase UMKM, serta koordinasi untuk pengembangan UMKM berorientasi ekspor melalui Forum Komunikasi Ekspor dan Impor. "Kerja sama dalam pengembangan pariwisata melalui program SIWIGNYO dan aplikasi Visiting Jogja telah menunjukkan pentingnya kolaborasi antara Pemprov DIJ dan Bank Indonesia DIJ dalam meningkatkan sektor pariwisata,” ujarnya. 

QUICK RESPONSE: Suasana upacara pengukuhan Kepala Perwakilan BI DIY di Bangsal Mataram Kantor Perwakilan BI DIY Jumat (16/2).
QUICK RESPONSE: Suasana upacara pengukuhan Kepala Perwakilan BI DIY di Bangsal Mataram Kantor Perwakilan BI DIY Jumat (16/2).


Raja Keraton itu juga turut mengapresiasi kerja sama BI dengan Bank BPD DIY serta stakeholder terkait dalam implementasi penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) se-DIJ. Inisiatif itu tidak hanya memudahkan pengelolaan dan administrasi pembelanjaan oleh pemprov, melainkan juga mendukung transparansi dan efisiensi penggunaan dana publik. 
Pemprov dan BI pun akan terus memperkuat sinergi dan kerja sama demi mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan dan bertatakelola lebih baik. 


Adapun Budiharto Setyawan, Kepala Perwakilan BI sebelumnya telah memasuki masa purnabakti. Kini Ibrahim resmi dikukuhkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai kepala Perwakilan BI DIJ yang baru. 
Diharapkan kepada kepala perwakilan yang baru, dapat terus meningkatkan sinergi dan kolaborasi dengan para pemangku kebijakan untuk mewujudkan perekonomian DIJ yang lebih mensejahterakan. 


"Selamat kepada Bapak Ibrahim yang hari ini dikukuhkan. Saya yakin dan percaya dengan pengalaman dan dedikasi yang dimiliki, Bapak Ibrahim akan dapat menjalankan amanah ini dengan baik," jelasnya. 
HB X juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Budiharto Setyawan atas dedikasi dan kontribusinya selama menjabat kepala Perwakilan BI DIJ. 


“Semoga bapak dapat melanjutkan pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat dengan semangat yang sama,” tambahnya. 
Pada prinsipnya Pemprov DIJ berkomitmen melakukan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, lembaga lain, dan masyarakat. 


Sementara itu, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, BI merupakan lembaga independen yang bertugas mengawal perekonomian pusat dan daerah. Oleh karena itu, keberadaan BI di daerah memang demi menjaga stabilitas perekonomian daerah dan memajukan ekonomi daerah. “Keberadaan kami adalah membantu pemerintah daerah menjaga stabilitas dan bersama memajukan ekonomi daerah," katanya. 


Menurutnya, di antara tugas BI adalah memastikan harga-harga rendah dan stabil, mengembangkan ekonomi daerah, dan digitalisasi. Kemudian, memastikan ketersediaan uang yang digunakan benar-benar layak edar dan suksesi kepemimpinan kader BI serta masalah manajemen interen.  "Itulah lima fungsi pokok dari keberadaan Bank Indonesia di daerah,” paparnya. 


Diharapkan dikukuhkannya Ibrahim sebagai kepala Perwakilan BI DIJ yang baru sinergi dan kolaborasi yang telah terjalin selama ini dapat semakin solid, sebagai bentuk kontribusi nyata untuk mewujudkan ekonomi DIJ yang lebih kuat. 


"Jadi monggo Pak Gubernur ditimbali Pak Ibrahim, apa pun yang bisa kami bantu akan kami bantu untuk menjaga stabilitas dan memajukan ekonomi daerah," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#gubernur bi #bank indonesia #Pembayaran QRIS