Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Harga Cabai Turun, Justru Komoditi Tomat dan Kentang Gantian Naik, Apa Penyebabnya...

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 22 Januari 2024 | 21:25 WIB

 

TRANSAKSI : Pedagang Pasar Beringharjo melayani konsumen di lapak sayur mayur Senin (22/1)
TRANSAKSI : Pedagang Pasar Beringharjo melayani konsumen di lapak sayur mayur Senin (22/1)
JOGJA - Seiring harga cabai turun, justru komoditas pangan lainnya naik seperti sayur tomat dan kentang memasuki awal tahun 2024.

Hal ini terjadi sejak awal tahun, karena stok komoditi tersebut yang berkurang.

Faktor utamanya karena cuaca, hujan yang tak kunjung mereda menyebabkan produksi berkurang dari penyedia.

Salah satu pedagang Pasar Beringharjo Ida Chabibah mengatakan, harga cabai yang sempat menjulang tajam hingga Rp 90 ribu per kilogram saat ini berangsur terjangkau.

Jenis cabai rawit diharga Rp 45 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 60 ribu per kilogram.

"Cabai naik turun tapi masih terjangkau, kalau untuk cabai-cabai stoknya udah melimpah karena udah ada hujan. Tapi kalau hujannya terus-terusan ada pengaruh kenaikan lagi," katanya kepada Radar Jogja Senin (22/1).

Ida menjelaskan rata-rata bahan pokok komoditi sayuran berangsur turun.

Namun, ada dua komoditi yang justru naik seperti tomat dari Rp 15 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilo. Kemudian kentang dari Rp 18 ribu menjadi Rp 25 ribu per kilo.

Faktor kenaikan ini dipengaruhi karena stok komoditi keduanya yang kurang sementara permintaan tetap berjalan terus.

"Udah seminggu setelah tahun baru ada penurunan harga tapi untuk kentang dan tomat tetap tinggi. Stoknya disana sudah habis," ujarnya.

Dia menyebut, persediaan komoditi tomat ini dari Bandung sedangkan kentang dari Dieng.

Disaat musim hujan seperti sekarang ini membawa konsekuensi datangnya persediaan sayur mayur yang tidak berkualitas atau busuk.

Sehingga dia memilih mengambil barang dari daerah tersebut.

"Musim hujan kayak gini susah ya, malah jelek barangnya. Saya ngambilnya Bandung karena kualitasnya terjamin," jelasnya.

Meski ada kenaikan tak mempengaruhi permintaan dari konsumen yang ada terus setiap hari.

Namun jumlah pembeliannya dikurangi, misal 1 kuintal hanya 50 atau 70 kilo saja sekali pembelian.

"Catering-catering tetap dipakai tapi ada penurunan pembelian. Sayur mayur itu kan kebutuhan pokok walaupun harga mahal tetap dipakai," terangnya.

Selaim itu, komiditi lain yang naik yaitu bawang bombay dari Rp 23 ribu menjadi Rp 30 ribu.

Bawang putih Rp 45 ribu per kilo, bawang merah Rp 40 ribu per kilo namun kedua bumbu aromatik itu hanya mengalami kenaikan sedikit.

Menurutnya, tren kenaikan harga sayur mayur tiap awal tahun yang terus berganti komoditas sudah menjadi hal biasa karena faktor cuaca.

Namun untuk kali ini perbedaannya karena kenaikan berawal dari kemarau panjang.

Di mana saat musim kemarau sejumlah harga komoditi sayuran turun. Namun, fenomena kali ini justru merangkak naik lantaran faktor cuaca.

"Kalau terlalu berlebihan, kayak hujan hujan biasa nggak masalah tapi kalau hujannya intensitasnya tinggi pengaruh sama sayur mayur. Begitu pula kalau kemarau telalu panjang juga pengaruh juga sama sayur mayur. Sangat pengruh sekali cuaca," tambahnya.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti mengatakan, kenaikan harga tomat dan kentang karena berkurangnya pasokan. Hal ini difakfori oleh cuaca.

"Karena banyak tanaman yang rusak kena hujan," katanya.

Terkait kenaikan sayur mayur ini, Disperindag tak ada kegiatan khusus seperti pasar murah.

"Kalau khusus sayuran itu kita tidak ada kegiatan khusus seperti pasar murah," jelasnya.

Kendati begitu, pasar murah dengan komoditi baru akan dilaksanakan mulai Februari sampai Desember mendatang. Ini untuk komoditas pangan seperti beras, gula, minyak, telur, bawang merah, bawang putih.

"Nanti (pasar murah menyasar) ke pasar pantauan dan juga sampai ke lokasi di kelurahan-kelurahan," tambahnya. 

Editor : Bahana.
#tomat #kentang #naik #harga cabai