Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meski Mulai Masuki Low Season, Kunjungan Wisata dan Trafik Belanja di DIY Masih Terjaga

Fahmi Fahriza • Sabtu, 6 Januari 2024 | 21:50 WIB
MIX AND MATCH: Pengunjung saat memadupadankan desain baju dalam sebuah pameran yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan Kota Jogja.
MIX AND MATCH: Pengunjung saat memadupadankan desain baju dalam sebuah pameran yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan Kota Jogja.

JOGJA - Kendati hujan mulai turun secara intens ditambah periode libur yang mulai memasuki low season, kunjungan wisata dan trafik belanja di DIY secara umum masih terjaga cukup tinggi.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY Surya Ananta mengatakan, secara akumulatif jumlah kunjungan ke mal sejak momentum libur Natal dan tahun baru (nataru) lalu masih terjaga hingga saat ini.

"Jumlah kunjungan wisata ke mal di atas ekspektasi, ini dirasakan dampaknya oleh seluruh anggota APPBI," katanya, Sabtu (6/1).

Jika menilik berdasarkan pelat kendaraan wisatawan, ungkapnya, masih banyak didominasi pengunjung yang berasal dari luar DIY.

Kendati momentum puncak libur sudah lewat, dia mengungkapkan trafik kunjungan masih tinggi dan belum anjlok.

Misalnya trafik kunjungan di Ambarrukmo Plaza. Surya merinci trafik kunjungan di Amplaz pada momentum nataru lalu meningkat hingga 2,5 kali kunjungan dibandingkan dengan hari biasa.

"Ini sudah melewati momentum puncak, tapi belum anjlok karena masih banyak yang libur dari mahasiswa atau sekolah," lanjut Surya, yang juga menjabat general manager Ambarrukmo Plaza tersebut.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, saat ini mal memang jadi salah satu opsi yang relevan untuk dipilih banyak wisatawan luar daerah dalam mengisi waktu liburan atau kunjungannya ke DIY. 

Selain karena one stop shopping dari belanja, makan, playground, atau nonton film, mal juga lebih mudah diakses dibandingkan objek wisata lain. Contohnya, objek berbasis wisata alam.

"Kami berbangga dan berbahagia di DIY ini sentra untuk liburan banyak opsi, kami di industri mal juga jadi salah satu tujuan wisatawan," sebutnya.

Sebelumnya, ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono memaparkan, secara umum Januari pasca nataru memang mulai memasuki low season.

Namun, trafik wisata hingga hunian hotel masih terhitung tinggi karena beberapa faktor. 

Mulai dari banyaknya wisatawan yang tidak mendapatkan kamar pada Desember lalu dan memindah tanggal di Januari, hingga adanya agenda yang berpotensi mempertahankan bahkan menaikkan trafik seperti prosesi dhaup ageng putra Adipati Pakualaman Paku Alam X. 

"Ini masih tinggi hitungannya, banyak wisatawan yang baru bisa ke sini Januari karena menyesuaikan jadwal mereka," paparnya.

Sementara lerihal target okupansi atau hunian hotel di Januari hingga Februari, Deddy memperkirakan bisa berada di kisaran 75 hingga 80 persen.

"Masih ada gelombang wisatawan yang datang, jadi kita optimistis okupansinya tinggi," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#low season #kunjungan wisata