RADAR JOGJA - Produsen chip Amerika Serikat, Nvidia, meluncurkan versi modifikasi dari chip gaming canggih.
Modifikasi chip ini, dirancang untuk mematuhi kontrol ekspor AS yang ditargetkan kepada China.
Modifikasi dari chip gaming canggih inidiluncurkan pada Kamis (28/12/2023)
Dikutip dari laman voi.id, Juru bicara Nvidia menyebut, chip di klaim oleh perusahaan sebagai mode perkembangan. "Lompatan kuantum dalam kinerja, efisiensi dan grafis yang didukung kecerdasan buatan (AI)," katanya kepada Rauters.
Chip modifikasi ini, rencanaya bakal tersedia untuk pelanggan di China, mulai bulan Januari 2024 ini.
"GeForce RTX 4090 D telah dirancang untuk sepenuhnya mematuhi kontrol ekspor pemerintah AS. Saat mengembangkan produk ini, kami terlibat secara intensif dengan pemerintah AS," lanjut juru bicara tersebut.
GeForce RTX 4090 D mengawali chip yang difokuskan pada China pertama yang secara resmi diluncurkan oleh Nvidia sejak aturan ekspor yang diumumkan oleh Pemerintahan Biden. Yakni, pada Oktober lalu.
Keberadaan GeForce RTX 4090 D, sebelumnya menyebabkan dua chip kecerdasan buatan (AI) dari Nvidia untuk pasar China, yaitu A800 dan H800, diblokir untuk dijual.
Begitu juga dengan chip gaming kelas atas, RTX 4090.
Berdasarkan sumber informasi industri chip, SemiAnalysis, pada awal November lalu, sebagai tanggapan terhadap aturan ekspor Oktober, Nvidia bisa mengumumkan tiga chip AI baru.
Ketiga chip itu ditujukan untuk pasar China.
Kendati begitu, Reuters melaporkan pada akhir bulan lalu Nvidia memberitahu pelanggannya di China, bahwa peluncuran salah satu dari tiga chip ini ditunda hingga kuartal pertama tahun 2024.
Sedangkan dua chip lainnya belum muncul di situs web Nvidia China.
Sebagaimana disebutkan, Nvidia berhasil menguasai lebih dari 90 persen pangsa pasar chip AI senilai 7 miliar dolar AS (Rp107,7 triliun) di China.
Sebuah analis mengatakan bahwa pembatasan AS kemungkinan akan menciptakan peluang bagi perusahaan domestik. Misalnya seperti Huawei Technologies untuk meraih pangsa pasar.
RTX 4090 D yang difokuskan pada China akan dijual seharga 12.999 yuan (Rp28,3 juta), 350 yuan (Rp769,5 ribu) lebih mahal daripada chip seri produk kedua yang paling canggih yang tersedia untuk pelanggan di China.
Editor : Meitika Candra Lantiva