Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tatap 2024, REI DIY Prediksi Industri Properti Tumbuh di Kisaran 30 Persen

Fahmi Fahriza • Minggu, 31 Desember 2023 | 23:59 WIB
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Ilham Muhammad Nur. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY Ilham Muhammad Nur. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - DPD Real Estate Indonesia (REI) DIY memetakan industri properti di wilayah DIY akan tumbuh cukup signifikan pada 2024 mendatang.

Ketua DPD REI DIY Ilham Muhammad Nur menyampaikan, aturan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berupa insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) pembelian rumah akan mendongkrak industri properti secara umum.

"Ada PPN untuk beli rumah harga Rp 2 miliar sampai Rp 5 miliar itu bisa menjadi pemantik pertumbuhan industri properti 2024," katanya, Minggu (31/12).

Ilham memprakirakan untuk industri properti di wilayah DIY pada 2024 mendatang akan tumbuh di kisaran angka 30 persen.

Selain itu, umumnya pada awal tahun atau periode kuartal pertama 2024 nanti akan ada peningkatan. Peningkatan terjadi setelah ada penurunan pertumbuhan industri properti pada kuartal keempat 2023.

"Harapannya dan umumnya awal tahun itu akan reborn dan mulai terasa pertumbuhannya," sambungnya.

Dikatakannya, meningkatnya transaksi properti pada kuartal pertama tahun depan secara umum juga akan berdampak pada penurunan dana pihak ketiga (DPK) di perbankan.

Saat ini DPK perbankan masih terhitung tinggi. Dia memperkirakan salah satu alasannya adalah karena masyarakat masih menunggu untuk melakukan transaksi atau investasi. Ditambah wait and see pada momentum tahun politik.

"DPK bank tinggi dan juga masih tunggu pemilu. Jadi banyak yang wait and see. Harapan kami, setelah pemilu orang banyak untuk transaksi properti," harapnya.

Menyoal pemilu dan tahun politik di 2024, Ilham menuturkan memang ada dampaknya terhadap industri properti di DIY. Namun, ia meyakini dampak tersebut akan minim dirasakan secara langsung.

Kendati demikian, dari data yang dihimpunnya, memang secara grafik daya beli masyarakat juga belum terlalu tinggi dan sesuai dengan ekspektasi REI DIY. 

"Harus diakui memang ada perlambatan, banyak persoalan tahun ini. Salah satunya tanah kas desa (TKD)," paparnya.

Namun, ia memastikan TKD kini tak terlalu jadi persoalan.

Ilham menuturkan, ragam properti di REI DIY bukanlah TKD dan kepercayaan masyarakat juga sudah mulai kembali. Ia berharap kepercayaan masyarakat akan terus terjaga ke depannya.

"Kepercayaan publik sudah mulai baik. Kami harap itu terjaga terus, juga bertumbuh," tandasnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#REI DIY #PROPERTI