RADAR JOGJA - PT Pupuk Indonesia menggunakan green ammonia sebagai bahan baku utama produksi pupuk.
Green ammonia dinilai lebih ramah lingkungan karena dihasilkan dari sumber energi terbarukan.
Green Ammonia akan menjadi bahan baku utama produksi pupuk yang diklaim ramah lingkungan.
Amonia jenis ini dihasilkan dari sumber energi terbarukan dan memiliki kandungan karbon yang rendah pada proses produksi pupuk.
Proses produksi amonia hijau melibatkan elektrolisis air untuk memperoleh hidrogen menggunakan listrik dari sumber energi alternatif.
Hal ini mengurangi dampak negatif produksi amonia terhadap emisi karbon dan lingkungan.
PT Pupuk Indonesia ini telah mendapat dukungan dari perusahaan Jerman TUV SUD dan Kementerian Ekonomi, Industri, dan Perdagangan Jepang (METI).
TUV SUD saat ini sedang mengkaji peningkatan standardisasi dalam produksi amonia ramah lingkungan.
Sebagian proyek di seluruh dunia berfokus pada produksi amonia ramah lingkungan, terutama di India, Kolombia, Maroko, dan Arab Saudi.
Produksi amonia ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya percepatan transisi menuju sumber energi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Sedangkan produksi amonia tradisional menggunakan proses sianamida yang memerlukan energi fosil dan menghasilkan emisi CO2.
Selain itu, sebagian besar amonia dihasilkan dari gas alam, batu bara, dan minyak, sehingga memperburuk perubahan iklim.
Editor : Bahana.