RADAR JOGJA - Twitter/X adalah perusahaan media sosial Amerika yang berada di San Francisco, California.
Twitter pertama kali dibuat oleh Jack Dorsey, Noah Glass, Biz Stone, dan Evan Williams pada bulan Maret 2006 dan diluncurkan pada bulan Juli.
Pada tanggal 25 April 2022, Twitter menyetujui pembelian senilai $44 miliar oleh Elon Musk, Ceo SpaceX dari Tesla, salah satu kesepatan tersebar untuk menjadikan sebuah perusahaan sebagai perusahaan swasta.
Dilansir dari jawapos, pada tahun 2023 menjadi hal terberat Twitter, pasalnya Twitter berganti nama menjadi X.
Hal ini membuat Twitter menghadapi kehilangan pendapatan yang signifikan karena penurunan pendapatan iklan.
Adanya penurunan disebabkan oleh serangkaian kontroversi dan perubahan setelah akuisisi platform tersebut oleh Elon Musk. Menurut laporan
The New York Times yang dimuat Reuters menulis laporan soal potensi pendapatan Twitter/X yang lenyap, diperkiraan menunjukkan penuruan sebesar USD 75 juta atau berkisar Rp 1,1 trilliun lebih pada akhir tahun.
Elon Musk sebagai pemilik Twitter/X ditandai dengan perubahan dan kontroversi yang berujung pada penurunan pendapatan iklan.
Beberapa tindakan Elon Musk yang menyebabkan penuruan Twitter/X adalah memecat para eksekutif puncak, membatalkan kebijakan moderasi konten, mengaktifkan kembali akun – akun yang sebelumnya dilarang, telah membuat takut para pengiklan besar, dan mendorong banyak orang untuk menghentikan pengeluaran.
Hal ini menyebabkan penurunan pendapatan iklan sebesar 54 persen dan penuruan pendapatan iklan 54 persen dan penuruan pendapatan iklan sebesar 60 persen.
Dokumen internal yang dilihat oleh The New York Times mengungkapkan bahwa lebih dari 200 unit iklan perusahaan mungkin telah menghentikan sementara iklan mereka termasuk petinggi, seperti Airbnb, Amazon, Cola – Cola, dan Microsoft.
Insider Intelligence juga memperkirakan bahwa Twitter/X akan menghasilkan pendapat iklan sebesar USD 1,89 miliar tahun ini.
Jumlah ini turun 54 persen dibandingkan tahun 2022, dan terakhir kali pendapatan iklannya mendekati level ini pada tahun 2015.
Elon Musk menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah kehilangan sekitar setengah dari pendapatan iklannya.
Hilangnya pengiklan Twitter/X dan penurunan pendapatan iklan berdampak terhadap prospek keuangan.
Platform media sosial ini lagi menghadapi tantangan dalam mendapatkan kembali kepercayaan pengiklan dan kembali menstabilkan aliran pendapatan di tengah kontroversi dan perubahan yang lagi berlangsung.
Editor : Bahana.