Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ringgit Malaysia Turun, Bagaimana Dengan Rupiah Saat Ini?

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 3 November 2023 | 18:11 WIB
Ilustrasi berbagai mata uang. (Sumber.Gempita.co)
Ilustrasi berbagai mata uang. (Sumber.Gempita.co)

RADAR JOGJA – MYR mata uang Malaysia dengan simbol ringgit (RM) yang diperkenalkan pada tahun 1967 setelah pergantian pound sterling sebagai mata uang negara.

Ringgit Malaysia sudah menjadi mata uang di Asia Tenggara yang sedang mengalami pelemahan.

Pekan ini, Ringgit Malaysia berada dekat level terlemahnya sejak tahun 1998, jatuh hingga 8 persen terhadap dolar Amerika Serikat tahun ini.

Ringgit Malaysia turun menjadi 4,7958 per dolar AS menandakan nilai terlemah dalam lebih dari 25 tahun.

Investor Ringgit Malaysia kini berharap kepada Bank Sentral Negara agar mengambil Tindakan untuk mendukung Ringgit.

Hal tersebut membuat BNM pada hari menjadi fokus terutama setelah BI dan Filipina baru ini telah menaikkan suku bunga untuk mendukung mata uang mereka.

Lalu bagaimana dengan Rupiah ? Rupiah adalah mata uang resmi yang berlaku di Rebuklik Indonesia.

Nilai tukar (Kurs) rupiah menguat pada hari ini yaitu sebesar 0,39 persen per dolar AS yang sebelumnya diangka 15.936 per dolar AS.

Penguatan rupiah dipengaruhi ekspektasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat, sehingga dapat memberikan ruang bagi mata uang rupiah untuk menguat lagi kedepannya.

BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia di angka 5,17 persen secara tahunan.

Besaran produk domestik bruto (PDB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp 5.226,7 triliun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.075,7 triliun.

Gubernur Bank Indonesia (BI) memperkirakan ekonomi Indonesia bertumbuh mencapai kisaran 4,7-5,5 persen yoy pada akhir tahun 2023, yang utamanya bersumber dari konsumsi domestik.


Nilai tukar rupiah hari ini diprediksi menguat terhadap dolar AS di kisaran sempit yakni Rp 15.880-Rp 15.930, dipengaruhi oleh faktor eksternal keputusan The Fed menahan suku bunga, namun indeks dolar AS masih terus meningkat.

Indeks dolar AS masih pada tren meningkat karena masih dianggap sebagai safe haven.

Keputusan The Fed menahan suku bunga diharapkan dapat menurunkan yield obligasi pemerintah AS dan index dolar AS, sehingga dana-dana yang sempat keluar negeri bisa masuk ke pasar keuangan Indonesia.

Karena itu, kurs rupiah tetap kuat kendati ada peningkatan index dolar AS. (Juan Bastian Purba/Radar Jogja)

Baca Juga: Mengenaskan, Seorang Kakek Tewas Terjebak Kebakaran Lahan

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#mata uang #kurs #rupiah #Malaysia #dollar amerika serikat #rupiah menguat #Ringgit #Indonesia