Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Terjaga Positif Hingga Akhir September 2023, Realisasi Belanja APBN DIY Capai Rp 15,78 Triliun

Fahmi Fahriza • Rabu, 1 November 2023 | 23:38 WIB
TUMBUH: Sesi pemaparan materi terkait APBN DIY oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaraan DIY. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
TUMBUH: Sesi pemaparan materi terkait APBN DIY oleh Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaraan DIY. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

 

JOGJA - Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) DIY Agung Yulianta merinci sepanjang triwulan ketiga 2023 kinerja APBN DIY menunjukkan tren yang positif dan ideal.

Dari sisi penerimaan negara, realisasi pendapatan dan hibah yang merupakan penerimaan dalam negeri tercatat sampai dengan 30 September 2023 sebesar Rp 6,44 triliun atau 80,07 persen dari target Rp 8,05 triliun.

"Secara akumulatif pendapatan dan hibah tersebut tumbuh 6,81 persen secara year-on-year (yoy)," katanya dalam sesi konferensi pers Selasa (31/10).

Lebih lanjut Agung mengungkapkan, penerimaan perpajakan yang meliputi pajak, cukai, dan bea masuk juga memberikan andil yang besar dalam peningkatan kinerja pendapatan dan hibah yang tercatat sebesar Rp 4,56 triliun.

"Penerimaan tersebut tumbuh 9,44 persen dibanding penerimaan pajak 2022 periode yang sama," tuturnya.

Dari sisi belanja negara, disebutnya, realisasi sampai dengan 30 September 2023 saat ini tumbuh 4,25 persen dibanding tahun sebelumnya pada periode yang sama.

"Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah dan dana desa," terangnya.

Sementara itu, realisasi belanja pemerintah pusat  mencapai sebesar 62,26 persen dari target. 

Agung memaparkan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada belanja pemerintah pusat sebesar 7,11 persen dipengaruhi kenaikan belanja barang, khususnya belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat atau pemda yang meningkat hingga 188,09 persen. 

"Transfer ke daerah juga tumbuh 1,5 persen dipengaruhi penyaluran dana desa tahap tiga," lanjutnya.

Ia menyebutkan, belanja negara sampai triwulan ketiga 2023 telah menghadirkan dukungan untuk percepatan transformasi ekonomi dalam jangka pendek yaitu melalui penghapusan kemiskinan ekstrem, penurunan stunting, pengendalian inflasi, dan peningkatan investasi.

Terpisah, Kepala Bidang Data dan Pengawasan Potensi Perpajakan Kanwil Ditjen Pajak (DJP) DIY Agus Hernawanto Purnomo menjelaskan, total penerimaan pajak saat ini sudah berada di angka 77,9 persen. Pihaknya sudah bisa merealisasikan sebesar Rp 4,42 triliun.

"Harapan kami bisa menjaga penerimaan dengan target yang diberikan sebesar Rp 5,4 triliun," harapnya.

Agus menyebut, ada beberapa sektor yang berkembang antara lain adalah sektor keuangan dan asuransi, diakuinya sektor keuangan seperti perbankan masih dipercaya menyimpan uang masyarakat yang pada saat pandemi tidak dipakai.

"Jasa perbankan masih tinggi dan terjaga, penerimaannya juga masih stabil," ungkapnya. (iza)

Editor : Amin Surachmad
#Tren Positif #djpb #apbn diy #DIY