Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Unique Selling Point Harus Diperkuat, Market Ekspor Asmindo DIJ Dominasi Wilayah Eropa

Fahmi Fahriza • Rabu, 18 Oktober 2023 | 21:15 WIB

PEMIMPIN BARU: Suasana pengukuhan pengurus Komda Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) periode 2023-2028 (17/10/23).Fahmi Fahriza/Radar Jogja 
PEMIMPIN BARU: Suasana pengukuhan pengurus Komda Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) periode 2023-2028 (17/10/23).Fahmi Fahriza/Radar Jogja 
 

RADAR JOGJA – Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) DIJ mendorong anggotanya untuk memperkuat unique selling point (USP). Sebab dalam industri market global, produk khas Indonesia maupun DIJ memiliki USP yang jarang atau tidak dimiliki oleh kompetitor dari negara lain.

Ketua Asmindo DIJ Sapto Daryono mengatakan, banyak produk lokal yang proses pembuatannya masih manual tanpa mesin. Hal tersebut jadi keunikan tersendiri baik dari segi proses hingga luaran yang dihasilkan. "Soal keunikan kita jelas punya, itu jadi daya tarik besar untuk market global," tuturnya kemarin (17/10).
Sapto merinci, market ekspor secara global saat ini masih didominasi oleh negara kawasan Eropa. Meliputi Prancis, Belgia, hingga Belanda. "Kawasan Eropa itu market share-nya mungkin di angka 40 persen," ujarnya.

Adapun produk-produk yang mendominasi ekspor adalah barang-barang seperti set makan, meja, kursi, hingga perabotan rumah dan home decor.

Terpisah, Dewan Penasihat Asmindo DIJ Yuli Sugianto mengatakan, dengan banyaknya isu-isu global yang terjadi saat ini memiliki dampak dan hal tersebut membuat mekanisme industri belum cukup ideal. "Bahkan situasi pandemi itu lebih baik daripada sekarang dengan banyak isu global," paparnya.

Disebutnya, beragam isu global tersebut berdampak pada regulasi yang diatur dalam penyaluran barang antarnegara hingga daya beli market global yang juga menurun. "Harus diakui memang situasinya global masih slow dan belum terlalu ideal," tuturnya.

Yuli menyarankan, para pelaku usaha diharapkan segera mendaftarkan dan merinci produk-produk mereka dalam e-catalog. Hal tersebut diyakininya jadi salah satu opsi untuk mendongkrak awareness publik. "Itu bisa jadi ajang promosi juga," ucapnya.

Yuli merinci, jumlah market Asmindo DIJ saat ini masih didominasi oleh market ekspor di wilayah Eropa. Nmun diakuinya dalam beberapa tahun terakhir juga sudah terjadi perluasan market yang terjadi. "Selain Eropa sekarang sudah merambah ke Timur Tengah, Asia, hingga Australia," tandasnya. (iza/eno)

Editor : Satria Pradika
#industri market global #kombis #Asmindo #DIJ