Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lokapala Jadi Media Edukasi Sejarah, Game Bergenre Moba, Kenalkan Karakter Asli Indonesia

Wulan Yanuarwati • Selasa, 17 Oktober 2023 | 15:05 WIB
CEO Anantarupa Studios Ivan Chen. 
CEO Anantarupa Studios Ivan Chen. 

JOGJAGame online Lokapala dinilai cukup berhasil dalam edukasi sejarah. Digagas oleh Anantarupa Studio dengan genre Multiplayer Online Battle Arena (Moba), permainan ini memiliki karakter asli Indonesia.

CEO Anantarupa Studios Ivan Chen menjelaskan, Lokapala terinspirasi dari relief terluar Candi Borobudur dan Candi Prambanan. Lokapala memiliki arti pelindung dunia atau pelindung jagat.

Untuk karakter dalam game, juga terinspirasi dari tokoh nusantara. Mulai dari zaman kerajaan hingga modern.   "Kenapa ada karakter bernama Jino, ternyata dari Gadjah Mada tercatat di Prasasti Singasari, dia cucu Kertanegara," ungkapnya saat pertandingan e-sport Ksatriya Mahardika Minggu (15/10).

Ivan menilai, 15 tahun terakhir ketertarikan anak muda belajar sejarah mengalami penurunan. Banyak kalangan berupaya menarik minat belajar terhadap sejarah dengan berbagai metode. Namun tak sepenuhnya berhasil dengan mudah. "Tapi melalui game, kami ada fitur pustaka. Kami kenalkan dari manuskrip (dari tokoh, Red). Dan mereka baru tahu makna Indonesia sebagai negara besar," ujarnya.

Opini terhadap anak muda yang enggan membaca buku memang terus bergulir. Terutama buku-buku sejarah, diyakinin sangat jarang dibaca. Apalagi kegiatan menonton wayang dan belajar peninggalan sejarah lainnya.

"Tapi seharusnya kita intropeksi. Kenapa? Tahun kemarin, ada 15 juta anak muda Indonesia nonton opera Cina, di Genshin Impact, waktu itu peluncuran karakter Yun Jin," sebutnya.

Jika budaya asing saja bisa dilihat oleh jutaan anak Indonesia, maka budaya lokal juga memiliki peluang tinggi. Namun memang harus dikemas dengan metode yang sesuai zamannya.

"Undang-undang No 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaaan (sudah mengatur, Red), tapi yang dilakukan sekarang tidak sesuai konteks. Bagaimana nilai budaya diinternalisasi ke dalam media baru (game)," jelasnya.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) Agustin Peranginangin mendukung turnamen yang mengedepankan nilai-nilai budaya dan sejarah Indonesia. Terlebih kesatria tokoh dalam game terinspirasi dari relief candi. Sehingga selain membantu menguatkan ekosistem e-sport, namun juga membuka potensi e-sport tourism di wilayah DPSP Borobudur.

"BPOB memberikan dukungan kegiatan study tour yang diikuti oleh peserta ke Kraton Jogja, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan. Lokasi ini dipilih agar peserta dapat melihat sumber dari inspirasi dan nilai watak seorang kesatria dari game yang mereka mainkan," tandasnya. (lan/eno)

Editor : Satria Pradika
#Candi Borobudur #edukasi sejarah #game online