RADAR JOGJA - Usaha kuliner Roti Kopi (Ropi) terus memperluas jangkauan bisnisnya. Ropi sendiri merupakan lini bisnis yang digawangi oleh Ahmad Reza bersama sang istri sejak 2016 silam dan kini telah memiliki lebih dari 100 outlet yang tersebar di berbagai daerah Indonesia bahkan mancanegara.
Reza selaku Direktur Ropi mengatakan, baru-baru ini Ropi juga telah meresmikan outlet pertama mereka di luar negeri yang berlokasi di Dubai. "Kami resmi membuka outlet di Dubai pada September lalu, dan berencana untuk membuka dua outlet lagi," jelasnya saat dihubungi Radar Jogja, Senin (16/10).
Reza menyebut, Ropi datang dari kolaborasi yang dijalankannya dengan sang istri, diakuinya sang istri memiliki bakat dan hobi membuat roti yang akhirnya tercetus ide membuka outlet pertama mereka yang berada di Bekasi. "Awalnya memang permintaan dari istri, akhirnya kami menabung dan berkomitmen untuk membuat Ropi sampai sekarang ini," sebutnya.
Dalam perjalanannya, Ropi yang diniatkan untuk menggaet seluruh segmentasi market ini juga pernah disambangi oleh banyak pejabat dan publik figure mulai dari presiden hingga beberapa jajaran menteri seperti Erick Thohir hingga Sandiaga Uno dan Prabowo Subianto. "Presiden Jokowi itu pernah coba, saya di minta uji sampel dulu. Alhamdulillah lolos," serunya.
Reza menjelaskan, untuk wilayah Indonesia hampir semua kota saat ini telah tersedia outlet maupun franchise dari Ropi, bahkan ia turut melebarkan sayap yakni bekerjasama dengan beberapa rumah sakit. "Kami buka juga di rumah sakit, saat ini Ropi sudah buka di 7 rumah sakit," terangnya.
Menyoal persaingan bisnisnya, Reza mengaku tak keberatan bila Ropi disandingkan atau dikomparasi dengan brand lain, diakuinya bisnis model mereka justru dijadikan referensi oleh Reza dalam pembuatan Ropi.
"Kami memilih bisnis model seperti roti boy atau roti o yakni mengirimkan adonan frozen ke toko lalu toko tinggal panggang," ujarnya.
Bisnis model tersebut diakuinya lebih ideal dan efektif baik secara harga maupun secara pelaksanaan dibanding dengan bisnis model yang perlu membutuhkan space besar dan mesin-mesin yang juga banyak dan kompleks.
Ke depannya, Reza sendiri menargetkan, setiap bulannya ia harus menambah outlet ataufranchise, ia juga memiliki mimpi untuk dapat memperluas market Ropi ke seluruh dunia.
Saat ini, diakuinya market yang cukup potensial adalah negara-negara di kawasan timur tengah, hal tersebut jadi potensi yang kini masih terus dikembangkannya.
"Market timur tengah itu bagus, karena di sana roti juga menjadi makanan pokok sehari-hari," tutupnya.
Untuk market Asia ia mengaku perlu melakukan perencanaan dan pemetaan market secara lebih rinci, hal tersebut datang dari pengamatannya bahwa di kawasan Asia roti secara umum bukanlah makanan pokok dan juga daya beli masyarakatnya yang perlu dilakukan perincian.
"Untuk Asia kami juga ingin buka, tapi masih melakukan perencanaan, kami fokus di Timur Tengah dahulu," tutupnya. (iza/ila)
Editor : Reren Indranila