RADAR JOGJA – Warga Sukoharjo, Jawa Tengah bernama Benny Hermanto sukses menjadi seorang pengusaha sabun cair alami. Meski mengidap gangguan autoimun saat pandemi Covid-19, dia bertekad meniti usahanya dari nol. Padahal, waktu itu, usaha toko bajunya nyaris bangkrut.
Benny pun berlapang dada. Meyakini ada hikmah di balik itu semua. Menurutnya, pandemi Covid-19 menjadi momen berat dalam hidupnya dan keluarga. "Tapi, saya harus semangat semata-mata untuk istri dan anak saya yang masih 3 tahun," ungkapnya, Rabu (12/10).
Ternyata, autoimun itu menyebabkan Benny alergi dengan sabun dan wewangian. Kulitnya menjadi kaku dan panas jika terkena sabun. Temannya pun memberi saran untuk membuat sabun sendiri. Lantas, terbesitlah ide untuk membuat sabun alami, tanpa bahan kimia.
Dia mengeksplorasi bahan-bahan yang ada setelah melakukan pengamatan. Lalu, dibuatlah sabun padat. Hanya saja, agar sabun benar-benar padat dan mengeras, prosesnya membutuhkan waktu yang lama. Benny harus menunggu satu bulan untuk bisa digunakan.
Lantaran terlampau lama, cara itu ia tinggalkan. Benny kemudian membuat sabun cair dari minyak zaitun dan minyak kelapa murni. Keduanya memiliki fungsi berbeda. Zaitun untuk melembabkan. Sementara minyak kelapa untuk membersihkan. Serta memberi efek kesat di kulit.
Beberapa teman dan kerabatnya pun tertarik mencoba sabun produksinya itu. Beruntung, hasilnya cocok dan dipuji banyak orang. Ia pun semakin haus untuk memproduksi dalam jumlah banyak. "Sejak saya gunakan sabun ini untuk mandi, keramas, cuci piring, dan cuci baju, saya tidak mengalami gejala (alergi, Red) seperti sebelumnya," kata dia.
Sejak itu, Benny mulai memikirkan kemasan, label, merek, dan pemasaran. Ia dibantu oleh seorang 'guru' dalam memasarkan. Akhirnya, pesanan pun mulai berdatangan. Semangatnya semakin membara. Lantas, produknya diberi nama Bensan Natural.
Benny memertahankan bahan-bahan alami untuk membuat produk sabun. Termasuk aroma sabunnya menggunakan minyak atsiri. Berdasarkan pengalamannya, orang dengan gangguan autoimun dan alergi, sangat sensitif dengan campuran bahan kimia sintetis.
Untuk itu, semua campuran bahan sabun menggunakan bahan alami. Dengan begitu, produknya bisa digunakan oleh siapa saja. Bahkan untuk orang dengan kulit sensitif sekalipun. "Saya berharap, produk saya ini bisa membantu banyak orang," terang warga Madegondo, Grogol, Sukoharjo itu.
Dia kemudian aktif bergabung dengan komunitas-komunitas peduli kesehatan. Ini menjadi jalan Benny untuk melebarkan sayapnya. Selain itu, dia juga aktif berjualan lewat marketplace. Ia sukses menjaring konsumen dari berbagai daerah, bahkan ke luar negeri.
Adapun permintaan paling tinggi dari Jabodetabek. Kemudian Bali, Bandung, Surabaya, Solo, Jogjakarta, Malang, Medan, Pekanbaru, Banjarmasin, Manado, bahkan sampai ke Papua. Setelah usaha ini jalan, Benny membuat keputusan besar. Ia menutup toko bajunya dan fokus untuk memproduksi sabun kesehatan.
Seiring waktu, ia menambah variasi produknya, yakni serum wajah. Ia ingin, masyarakat Indonesia mulai memerhatikan kesehatan, mengurangi penggunaan, dan paparan bahan kimia. Termasuk menggunakan produk natural. Sehingga di kemudian hari, bisa tetap sehat dan tidak mengalami gangguan sistem kekebalan tubuh maupun mengalami eksem.
Dia menambahkan, sabun yang diproduksinya ini berbeda ketimbang produk lainnya. Sebab, sebatang sabun mengandung banyak kegunaan. Sabun dari minyak zaitun bisa berfungsi untuk sabun mandi, shampo, sabun wajah. Sedangkan sabun minyak kelapa bisa dipakai untuk sabun cuci piring, deterjen pakaian, dan sebagai cairan pel lantai.
Produknya ini pun pernah diapresiasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. Keberuntungan lainnya, produk sabun buatan Benny dipromosikan oleh influencer, tanpa harus mengeluarkan uang. (aya/ila)
Editor : Reren Indranila