RADAR JOGJA - Sebagai bank umum syariah BTPN terus menyalurkan dana kepada nasabah inklusi sejak tahun 2010, hal tersebut dilakukan guna menjadi organisasi yang tumbuh bersama seluruh stakeholder. Direktur BTPN Syariah Dewi Nuzulianti menyebut, BTPN Syariah berkomitmen memberikan produk dan layanan yang tepat bermanfaat serta membuka kesempatan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama dalam memberdayakan umat inklusi di Indonesia.
"Kami memiliki layanan untuk pendanaan, dana-dana tersebut disalurkan melalui pembiayaan segmen mikro," jelas Dewi pada sesi media gathering, Rabu(4/10).
Dewi mengungkapkan, guna meningkatkan layanan pendanaan yang berorientasi kenyamanan dan kepuasan nasabah di DIJ, BTPN Syariah merelokasi kantor cabang syariah ke Jl. Cik Ditiro No. 6, Terban, Gondokusuman, Jogjakarta.
“Kehadiran kantor ini jadi salah satu upaya kami mendekatkan diri pada pihak yang memiliki misi dan kepedulian berlandaskan prinsip syariah," sambungnya.
Diakuinya, untuk dapat melangkah tepat memberdayakan umat juga untuk memberikan pengalaman langsung bagaimana BTPN Syariah membuka kesempatan kepada nasabah pendanaan untuk turut terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat inklusi.
"Nasabah pendanaan dapat langsung melihat karya nasabah pembiayaan yang menggunakan dana yang mereka simpan di BTPN Syariah,” tutur Dewi
Terpisah, Branch Manager Retail Funding Sales Jogjakarta Yosephan Ramadian merinci, bahwa BTPN Syariah banyak mengakomodasi kebutuhan kelompok inklusi yang dominannya datang dari nasabah perempuan.
"Saat ini hampir 90 persen nasabah perempuan, memang secara bisnis model diproyeksikan bagi ibu-ibu yang berkelompok," lontarnya.
Diakuinya, terkait jumlah nasabah regional Jogjakarta ada 37 ribu nasabah dari 5 kabupaten kota DIJ, para nasabah tersebut memiliki sektor usaha mulai dari perdagangan, pertanian dan peternakan.
"Pendanaan kami banyak untuk usaha, atau yang baru mau memulai usaha," terangnya.
Ramadian menambahkan, hingga saat ini untuk wilayah DIJ per semester 1 sudah terhimpun dana sebesar Rp110 miliar. "Dana tersebut sepenuhnya disalurkan sebagai pembiayaan bagi jutaan ibu inklusi di pelosok Indonesia," tutupnya. (obi/iza/ila)
Editor : Reren Indranila