RADAR JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, angka inflasi nasional year on year (yoy) pada September 2023 ini tembus 2,28 persen.
Dari jumlah tersebut, komoditas penyumbang inflasi terbesar secara month-to-month (mtm) di antaranya beras, dengan angka 0,18 persen, bensin dan bahan bakar minyak (BBM) non subsidi di angka sebesar 0,6 persen.
Tak hanya itu, seperti tarif pulsa ponsel, biaya kuliah akademik atau peeguruan tinggi dan rokok kretek filter juga mempengaruhi inflasi sebesar
0,01 persen.
Kemudian komoditas pada kelompok makanan dan minuman memberikan deflasi di antaranya telur ayam, bawang merah, cabai rawit, dan bawang putih.
Selain itu, komoditas bawang putih memberikan andil inflasi yoy sebesar 0,8 persen, daging ayam serta roko putih memiliki andil masing masing sebesar 0,07 persen.
Beberapa komoditas lainnya, seperti biaya kontrakan rumah, turut menyumbang angka inflasi sebesar 0,1 persen. Perhiasan andil di angka 0,08 persen dan biaya sewa rumah andil 0,06 persen.
Kelompok transportasi tidak lagi menjadi andil terbesar untuk inflasi tahunan. Hal tersebut terjadi karena base effect kenaikan BBM di September 2022 berakhir.
Berdasarkan data BPS, efek yang terjadi akibat penyesuaian harga BBM pada September 2022 hingga Agustus 2023.
Efek tersebut tidak lagi terasa pada inflasi September 2023. (Juan Bastin Purba)