RADAR JOGJA - Bulog Kanwil Jogjakarta mulai menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua. Setelah Gunungkidul, kali ini menyasar Kabupaten Sleman.
Kepala Bulog Kanwil Jogjakarta Ali Ahmad Najih Amsari mengatakan, bahwa bantuan pangan beras tahap kedua ini diperuntukkan dalam tiga alokasi berdasarkan bulan. "Pada tahap dua di Sleman, alokasinya untuk September, Oktober, dan November," katanya Rabu (20/9).
Penyaluran perdana program bantuan pangan beras tahap kedua untuk Kabupaten Sleman tersebut telah dilaksanakan pada Kamis (14/9) di Kalurahan Tlogoadi, Mlati. "Jumlah penerimanya di Kalurahan Tlogohadi sebanyak 1.140 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)," sambungnya.
Najih menyebut, jumlah penerima bantuan pangan beras di DIJ sendiri sebanyak 357.000 orang atau setara 3.573 ton beras. Sdangkan untuk sleman sendiri sebanyak 82.000 orang atau setara 820 ton beras. "Total kuantum bantuan pangan beras untuk tiga alokasi untuk provinsi DIJ adalah 10.721 ton sedangkan untuk Sleman adalah 2.478 ton," paparnya.
Najih berharap, bahwa penyaluran bantuan pangan beras dapat berjalan lancar sehingga masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara langsung. “Kami berharap beban masyarakat berkurang dan laju inflasi dapat terkendali,” ucapnya.
Penerima bantuan pangan beras tersebut akan memperoleh beras sejumlah 10 kilogram per KPM. Dengan catatan, bantuan pangan beras ini diperuntukan untuk konsumsi sendiri dan tidak untuk diperjualbelikan.
Terpisah, kepala dinas sosial DIJ Endang Patmintarsih menyampaikan, data penerima bantuan pangan beras ini sebelumnya telah melalui proses verifikasi. "Diharapkan tepat sasaran dan dapat bermanfaat bagi masyarakat penerima bantuan," tuturnya. (iza/eno)