Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Indonesia Re Targetkan Hasil Olahan Mitra Binaan Bisa Jadi Komoditi Ekspor

Heru Pratomo • Kamis, 21 September 2023 | 02:29 WIB
Robby Y Walid, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Indonesia Re dan Kanjeng Pangeran Haryo Haji Wironegoro, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia DIY berfoto bersama
Robby Y Walid, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM, dan Corporate Secretary Indonesia Re dan Kanjeng Pangeran Haryo Haji Wironegoro, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia DIY berfoto bersama

 

RADAR JOGJA - Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) atau Indonesia Re difokuskan pada pengembangan UMKM. Yang diharapkan produk olahannya bisa jadi komoditi ekspor. 

 

Seperti di Jogjakarta dengan menggelar pelatihan dan pembinaan untuk para mitra binaan dan non mitra binaan. Tujuannya supaya bisa mengekspor produk olahannya. Diberikan kepada sekitar 50 peserta yang terdiri dari para petani ikan lele dan ikan nila serta ibu-ibu PKK pengrajin dari Kapanewon Berbah, Sleman. 

Turut hadir pada kegiatan ini Ketua Perhimpunan Nelayan Seluruh Indonesia DIJ Kanjeng Pangeran Hario Wironegoro, Wakil Koordinator Wilayah DIJ- Jawa Tengah Indonesian Export Channel (IEC) Imamul Makarim, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Indonesia Re Robbi Y. Walid, serta Technical Advisor Asuransi Asei Mutia Safitri.

 

Dalam sambutannya Robbi mengatakan, pelatihan ini dilakukan Indonesia Re sebagai salah satu bentuk peran aktif program perusahaan yang berkelanjutan terkait penyaluran, penguatan modal usaha dan pengembangan UMKM. Tujuannya untuk mengembangkan nilai ekonomis produksi para mitra binaan Indonesia Re di pangsa pasar domestik maupun pasar internasional melalui lini usaha ekspor. "Hal ini juga menjadi langkah nyata Indonesia Re dalam penguatan perekonomian masyarakat yang berdampak bagi negara," katanya. 

 

Menurut dia, sejak 2016, Indonesia Re telah menyalurkan dana pembiayaan dan pengembangan UMKM sebesar Rp 11,95 miliar untuk 224 mitra binaan. Di 2023, Indonesia Re menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 4,5 miliar untuk program Pendanaan Usaha Mikro & Usaha Kecil (PUMK).

Dalam pelatihan ini para mitra binaan diberikan pengetahuan mulai dari proses produksi hingga branding serta pemanfaatan media sosial yang akan menjadi faktor pendukung yang penting dalam meningkatkan pemasaran produk di market, terlebih lagi di era digitalisasi seperti sekarang ini.

 

Selain pembiayaan, Indonesia Re juga memberikan pelatihan dan wawasan mengenai manajemen keuangan usaha dan rumah tangga, branding, packaging, digital marketing dan produk olahan ikan untuk pengembangan usaha dengan mengundang beberapa narasumber dan praktisi di bidangnya. "Di Berbah ini sudah lama jadi binaan untuk olahan ikan lele, kualitasnya baik karena sumber airnya juga jernih, harapannya bisa segera ekspor," tuturnya. 

 

Robbi menambahkan, dalam hal proteksi perdagangan komoditi ekspor yang dihasilkan oleh para mitra binaan, Indonesia Re menggandeng PT Asuransi Asei Indonesia sebagai salah satu anak usaha yang memiliki produk Asuransi Perdagangan untuk bisnis ekspor impor.

"Dengan bertambahnya pengetahuan dan wawasan pengembangan usaha, diharapkan mitra binaan Indonesia Re dapat berkembang pesat dan membantu mendongkrak perekonomian Indonesia,” ujarnya. 

 

Ketua Perhimpunan Nelayan Seluruh Indonesia DIJ KPH Wironegoro yang turut hadir juga membuka tangan siap membantu pelaku UMKM perikanan mengembangkan usahanya. Wironegoro yang sudah 10 tahun menjabat mengatakan, dengan kreativitas nilai jual ikan bisa meningkat. Dia mencontohkan nelayan di pantai selatan DIJ yang kini mampu meningkatkan nilai ekonomi gurita, ikan layur, ikan batu hingga bulu babi dengan olahan kreativitas. "Di Jogjakarta juga ada kolaborasi teknik budidaya ikan sekaligus padi melalui mina padi," ungkapnya. 

 

 

 

 

Editor : Heru Pratomo
#ekspor #ikan #Olahan #UMKM #Indonesia