Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tiongkok Bantah Larangan Penggunaan iPhone, Sinyal Kesetaraan Bisnis?

Bahana. • Kamis, 14 September 2023 | 18:44 WIB

 

Photo
Photo

RADAR JOGJA - Kementerian Luar Negeri Tiongkok telah dengan tegas membantah laporan terbaru yang menyebutkan bahwa lembaga pemerintah di dalam negeri telah membatasi penggunaan iPhone buatan Apple.

Juru bicara Kementerian, Mao Ning, mengatakan, Tiongkok tidak mengeluarkan undang-undang, peraturan, atau dokumen kebijakan yang melarang pembelian dan penggunaan ponsel merek asing, seperti iPhone.

Meskipun pernyataan ini mungkin bukan penolakan langsung terhadap laporan Wall Street Journal yang menyebutkan bahwa, Tiongkok memerintahkan pejabat di lembaga pemerintah pusat untuk tidak menggunakan iPhone Apple dan perangkat merek asing lainnya untuk pekerjaan atau membawa mereka ke kantor.

"Namun hal ini tetap menggarisbawahi sikap Tiongkok dalam hal ini," ujar Mao

Mao Ning juga menekankan bahwa pemerintah Tiongkok sangat memperhatikan keamanan siber dan informasi, dan memperlakukan perusahaan Tiongkok dan asing secara sama.

"Kami berharap semua perusahaan ponsel yang beroperasi di Tiongkok akan tunduk sepenuhnya pada hukum dan peraturan Tiongkok," jelasnya.

Hukum-hukum tersebut, lanjutnya, dirancang untuk meningkatkan manajemen keamanan informasi, melindungi data konsumen yang tersimpan di ponsel dari pencurian oleh individu atau organisasi manapun, dan memastikan keamanan informasi secara keseluruhan.

Selain itu, Mao menggarisbawahi komitmen Tiongkok untuk menciptakan lingkungan bisnis yang terbuka dan ramah bagi perusahaan asing.

"Kami melindungi hak dan kepentingan perusahaan asing sesuai dengan hukum dan berusaha untuk menciptakan lingkungan bisnis yang berkelas dunia, berdasarkan hukum, dan terinternasionalisasi," ujarnya.

Komitmen ini penting, terutama dalam konteks ketegangan perdagangan yang sedang berlangsung dan sanksi yang diberlakukan oleh AS dan negara-negara lain terhadap perusahaan teknologi Tiongkok seperti Huawei dan ZTE atas alasan keamanan.

Penting untuk dicatat bahwa tindakan dan pernyataan Tiongkok mencerminkan reciprositas tertentu, karena AS juga telah membatasi aktivitas perusahaan Tiongkok seperti Micron dalam sektor-sektor kritis, yang berpotensi menimbulkan kerugian pendapatan yang signifikan.

Bahkan, ketika Wall Street Journal pertama kali melaporkan pembatasan penggunaan iPhone, hal tersebut berdampak negatif pada kapitalisasi pasar Apple, meskipun perusahaan ini tetap menjadi yang terbesar di dunia berdasarkan nilai pasar.

Sementara itu, raksasa teknologi Tiongkok, Huawei, tampaknya berkembang dengan baik di dalam negeri meskipun sanksi ekspor teknologi internasional.

Peluncuran baru-baru ini dari Mate 60 Pro, yang dilengkapi dengan CPU, memori, dan kemampuan 5G yang canggih, menantang asumsi tentang batasan yang diberlakukan oleh sanksi ekspor, menunjukkan ketahanan perusahaan teknologi Tiongkok di tengah tantangan yang dihadapinya. (cici jusnia)

Editor : Bahana.
#tiongkok #mao ning #apple #iphone #as #dunia