RADAR JOGJA - Ramai, seperti biasa. Pasar murah yang diadakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Purworejo di Kecamatan Banyuurip Rabu (13/9) jadi serbuan warga.
DKPP Purworejo menyediakan sejumlah bahan pangan murah seperti beras satu ton, gula pasir 300 kilogram (kg), minyak goreng 400 liter, telur ayam 300 kg, telur bebek 400 butir, bawang merah, bawang putih 30 kg, dan sebagainya. DKPP Purworejo bekerja sama dengan Bulog, gabungan kelompok tani (gapoktan) Kecamatan Banyuurip, kelompok wanita tani (KWT), dan juga pengepul untuk pengadaan barang-barang tersebut.
Adapun, harga yang ditawarkan yaitu bawang merah per setengah kg Rp 7.000, bawang putih Rp 15 ribu per setengah kg, telur ayam Rp 23.500 per kg, telur bebek 10 butir Rp 23 ribu, gula Rp 13 ribu, minyak goreng Rp 13.500, beras SPHP Rp 50 ribu per 5 kg, hingga beras petani Rp 12 ribu dan Rp 11.500 per kg.
Selain komoditas tersebut juga ada aneka bumbu dapur, produk dari KWT seperti buah, sayur, dan sebagainya yang juga dijual dengan harga murah. Masyarakat yang berbelanja minimal Rp 150 ribu mendapatkan doorprize yang disediakan oleh DKPP Purworejo.
Pantauan Radar Purworejo di Kantor Kecamatan Banyuurip, masyarakat tampak berbondong-bondong datang ke pasar murah. Bahkan, sebelum acara dibuka sudah banyak warga yang datang dan mengantre terutama untuk komoditi beras yang saat ini mahal. Acara yang ditarget hingga pukul 12.00, pukul 09.00 barang yang disediakan sudah ludes terjual.
"GPM ini sudah dilakukan selama empat kali dan merupakan kegiatan yang didanai dengan dana pusat. Yaitu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan dana sebesar Rp 15 juta," ungkap Kepala DKPP Purworejo Hadi Sadsila saat ditemui Rabu (12/9).
Tujuannya, untuk stabilitas harga atau mencoba melayani kebutuhan pangan masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. "Ini GPM yang terakhir tahun ini, tetapi kalau ada anggaran lagi dari pusat akan kami adakan lagi," katanya.
Selain pangan murah, pada GPM juga ada vaksin rabies dan pengobatan hewan untuk hewan peliharaan seperti kucing, anjing, dan primata. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kemavet), DKPP Purworejo Sri Widarti mengatakan, untuk vaksin rabies minatnya juga banyak.
'Ada 200 dosis vaksin yang kami sediakan, kemarin kami sebar daftar lewat bitly yang mendaftar ada 90 ekor. Tapi, kalau ada yang minat dan dosis masih kami persilakan," ujarnya. Syaratnya, hewan harus sehat, tidak berkutu, tidak bunting, serta minimal usia empat bulan. Vaksin tersebut dilayani hingga pukul 12.00.
Sementara, Wakil Bupati Purworejo Yuli Hastuti menyampaikan, saat ini inflasi cukup mempengaruhi daya beli maysarakat dan mengurangi terjangkaunya masyarakat terhadap pangan. Menurutnya, GPM ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempermudah masyarakat karena harganya terjangkau.
"Semoga event ini menjadi jalur penyaluran produk petani sekaligus mempromosikannya sehingga dapat menggerakkan ekonomi bagi petani," harap Yuli. (han/pra)
Editor : Satria Pradika