Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekanan Udara Lebih Ringan dari Letusan Ban, Gas Alam Lebih Aman Dibanding Gas Elpiji

Heru Pratomo • Selasa, 12 September 2023 | 06:03 WIB
Kepala Kemenag Kota Jogja Nur Abadi.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)
Kepala Kemenag Kota Jogja Nur Abadi.(SITI FATIMAH/RADAR JOGJA)

RADAR JOGJA – Penggunaan gas alam sebagai pengganti gas elpiji sudah diterapkan lama di Magelang. Tepatnya di Desa Karangrejo. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PGN, sebagai Subholding Gas PT Pertamina (Persero) pun menjamin keamanannya.

“Keamanan gas alam bahkan lebih aman dibanding gas elpiji,” kata Regional Super Service Sales and Operation Regional III PGN Hamal Syahan di sela sosialisasi Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah di Balkondes Wringinputih, Borobudur Senin (11/9).

Menurut dia, keamanan gas alam yang disalurkan melalui pipa-pipa ke rumah tangga sudah dijamin. Di antaranya dengan menggunakan pipa khusus yang berstandar SNI bahkan internasional. Selain itu juga ada regulator pengaman yang dipasang mulai dari sumber gas hingga ke rumah-rumah. “Untuk pengaman pemanfaatan sekaligus pengatur tekanan gas ke pelanggan PGN ini punya nama Metering and Regulating Station (MR/S),” tuturnya.

Jika terjadi kebocoran, pengguna pun tinggal menutup keran gas yang diletakan di luar rumah. Setelah itu emmbuka semua jendela supaya segera menguap. Untuk gas alam sendiri, tambah dia, juga memiliki berat jenis yang lebih ringan. Jika dibandingkan dengan gas elpiji sekalipun. Sehingga, lanjut dia, jika terjadi kebocoran akan langsung menguap di udara. Dia membandingkan, tekanan gas alam hanya sekitar 0,03 bar. Bahkan jauh jika dibandingkan dengan tekanan udara saat ban pecah yang mencapai satu bar. “Semua bahan bakar punya risiko, tapi gas alam risiko relatif kecil,” ungkapnya.

 

Hamal menyebut, untuk memanfaatkan gas alam juga tidak memerlukan kompor khusus. Bisa menggunakan kompor yang dijual di pasaran. Hanya perlu penyesuaian kecil untuk disesuaikan dengan gas alam. “Kompor standar juga bisa, nanti ada sedikit konversi untuk setting kompor supaya bisa digunakan untuk gas alam,” sebutnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
#PGN #Gas Alam #pertamina #kebocoran