RADAR JOGJA - Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO) mengalami penurunan yang cukup tajam pada hari ini, masuk dalam daftar saham dengan penurunan terbesar.
Dilansir dari Reuters, hal ini terjadi setelah kabar beredar bahwa perusahaan sedang menjajaki akuisisi unit panas bumi milik KS Orka Renewables, yaitu PT Sorik Marapi Geothermal Power, dengan nilai transaksi yang mencapai US$1 miliar atau sekitar Rp15,34 triliun.
Pada pukul 11.40 WIB, harga saham PGEO turun sebesar 5,14 persen atau 6 poin, menjadikannya Rp1.200 per saham.
Price to earning ratio (PER) PGEO mencapai 17,86 kali dengan price to book value ratio (PBVR) sebesar 1,74 kali, sedangkan kapitalisasi pasar PGEO mencapai Rp49,68 triliun.
Kesepakatan akuisisi tersebut sedang dalam pembicaraan, dengan rencana penandatanganan pada akhir tahun ini. Namun, kesepakatan ini masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Di sisi lain, KS Orka Renewables telah mengindikasikan niatnya untuk menjual pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Sorik Marapi sejak awal tahun ini.
PLTP Sorik Marapi, yang berlokasi di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, adalah salah satu proyek panas bumi terbesar yang sedang dikembangkan di Indonesia, dengan kapasitas mencapai 240 megawatt.
Perlu diingat bahwa KS Orka Renewables sebelumnya mengakuisisi mayoritas saham PGEO pada pertengahan tahun 2016. KS Orka sendiri didirikan oleh Kaishan Group asal China pada tahun 2016, dengan fokus utama pada pengembangan energi baru berbasis panas bumi.
Di sisi lain, Bloomberg melaporkan pada Senin (11/9/2023) bahwa PGEO saat ini sedang melakukan pengumpulan proposal dari berbagai bank untuk pencarian pinjaman berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) senilai US$1 miliar.
Perusahaan ini berharap agar pinjaman tersebut dapat disetujui pada akhir tahun ini, dengan target suku bunga yang lebih rendah dari 100 basis poin patokan SOFR (Secured Overnight Financing Rate).
Situasi ini menunjukkan pergerakan dinamis dalam industri energi panas bumi, serta peran aktif PGEO dalam mengambil langkah-langkah strategis untuk mengamankan masa depan perusahaan. (Cici Jusnia)
Editor : Bahana.