RADAR JOGJA – Sebanyak 40 pelaku UMKM di DIJ mengikuti kelas bisnis terkait pemanfaatan e-catalog. Namun, 90 persen dari peserta disebut belum menggunakan e-catalog untuk promosi produk.
Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu - Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (PLUT-KUMKM) Dinkop UKM DIJ Rosyid Kusuma Yuda mengungkapkan, jumlah pengguna e-catalog bagi UMKM memang belum pasti. Namun jika dilihat dari data peserta yang hadir, jumlah UMKM yang memiliki e-catalog masih terhitung minim. "Hampir 90 persen peserta hadir belum memiliki e-catalog, bahkan baru tahu," sebutnya Selasa (5/9/23).
Menurutnya, masih banyak pelaku UMKM yang belum menyadari pentingnya e-catalog pada bisnis yang mereka jalankan. "Banyak yang belum sadar bahwa itu penting. Jadi pelan-pelan, kita kenalkan dan bimbing untuk buat akunnya seperti apa,” tuturnya.
Rosyid menjelaskan, e-catalog berfungsi untuk menunjukkan produk-produk pelaku UMKM kepada para customer dengan sistem yang terintegrasi secara digital.
Para customer dapat melihat ragam produk mulai dari deskripsi produksi, harga, ukuran, varian, dan juga legalitas usaha. Dengan adanya data rinci itu, diharapkan dapat meningkatkan daya tarik pembeli.
"Makin menarik dan proper e-catalog nya makin bagus, misalnya ditambah promo tertentu juga bisa menarik customer," ucapnya.
Pelaku UMKM Risnawati mengaku, materi yang diberikan cukup komplet dan membantunya untuk memahami sistem e-catalog secara umum. Risna sendiri memiliki produk UMKM di sektor kuliner yang sudah dirintisnya sekitar dua tahun. Namun dalam pemasarannya, hanya dilakukan lewat mulut ke mulut. "Tidak punya e-catalog, ternyata sepenting itu dan sekarang mau disiapkan untuk foto-foto produk dulu," tuturnya. (iza/eno)
Editor : Satria Pradika