Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Inflasi 4,08 Persen karena Makanan, Minuman dan Tembakau

Fahmi Fahriza • Selasa, 5 September 2023 | 15:10 WIB
Pemkot Jogja berupaya menekan inflasi dengan menggelar operasi pasar.
Pemkot Jogja berupaya menekan inflasi dengan menggelar operasi pasar.

RADAR JOGJA - Badan Pusat Statistik (BPS) DIJ merilis data bahwa per Agustus 2023, inflasi secara year on year (yoy) Jogjakarta sebesar 4,08 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 117,75.

Statistisi Ahli Utama BPS DIJ Sentot Bangun Widoyono mengungkapkan, inflasi tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau. "Kelompok itu andilnya sebesar 4,82 persen diikuti kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,81 persen," jelasnya, Senin(4/9).

Pada Agustus 2023 tingkat inflasi yoy dan tingkat inflasi year to date (ytd) masing masing sebesar 4,08 persen dan 1,89 persen, dibandingkan dengan tingkat inflasi yoy Agustus 2022 dan Agustus 2021 masing-masing sebesar 5,52 persen dan 1,78 persen. "Sedangkan tingkat inflasi ytd Agustus 2022 dan Agustus 2021 masing masing sebesar 4,24 persen dan 1,05 persen," lanjut Sentot.

Lebih lanjut, Sentot mengungkapkan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga memiliki andil inflasi sebesar 1,92 persen, lalu untuk kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,68 persen. "Sementara kelompok yang mengalami penurunan indeks yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar -0,38 persen," ujarnya.

Jika dibandingkan dengan kota-kota lain, diakui Sentot pada Agustus 2023 dari data 90 kota, inflasi secara yoy tertinggi terjadi di Manokwari sebesar 6,40 persen diikuti oleh Merauke sebesar 5,91 persen, sementara untuk nflasi yoy terendah dialami oleh Jambi sebesar 1,92 persen, diikuti oleh Bungo sebesar 1,93 persen dan Gorontalo sebesar 2,02 persen. Lalu, untuk kota-kota di pulau Jawa sendiri, per Agustus 2023 inflasi yoy tertinggi terjadi di Sumenep sebesar 4,72 persen dengan IHK sebesar 117,35 dikuti Kota Surabaya sebesar 4,33 persen dengan IHK 116,76. "Di Jawa inflasi terendah terjadi di Tangerang sebesar 2,81 persen dengan IHK 113,59," tuturnya. (iza/pra)

Editor : Satria Pradika
#BPS DIJ #inflasi 2023 #Inflasi Jogjakarta