Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tangani Stunting, Budayakan Bayi Konsumsi Telur

Gregorius Bramantyo • Kamis, 31 Agustus 2023 | 15:25 WIB
Photo
Photo

RADAR JOGJA - Dinas Koperasi dan UKM DIY mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) pembagian telur terhadap warga yang berisiko stunting di Kalurahan Sriharjo, Imogiri, Bantul. Seperti diketahui, Imogiri merupakan salah satu di antara 15 kapanewon di DIY yang menjadi target program pengentasan kemiskinan.


Dalam program itu didistribusikan dua telor per hari bagi keluarga berisiko stunting. Program berlangsung selama empat bulan. Seluruh kegiatan mendapatkan dukungan Dana Keistimewaan DIY.


“Persoalan stunting tak lepas dari isu kemiskinan, meski yang stunting belum tentu miskin,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi.


Dikatakan, isu kemiskinan ada ruang edukasi atau pola budaya. Salah satunya, dengan membangun pola makan dan budaya mengonsumsi protein hewani berupa telur. Penanganan stunting dengan pemberian telur juga bertujuan agar produksi telur tetap terjaga. Sebab peternak-peternak di DIY juga berperan dalam pengadaan produksi telur.


Dalam upaya pencegahan stunting Dinas Koperasi dan UKM DIY menjalin kerja sama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY. Ini ditandai dengan dibagikannya telur kepada kepada bayi di bawah dua tahun (baduta) dan di bawah lima tahun (balita). Mereka masuk prioritas penanganan stunting.


Lurah Sriharjo Titik Istiyawatun Khasanah mengatakan, anak baduta dan balita yang mengalami stunting di desanya tersebar di 13 padukuhan. Menurut dia, proses memberikan telur ini tak semata didistribusikan. Ada edukasi ke warga. Telur yang dibagian bukan telur mentah. Langkah ini mencegah agar telur yang dibagikan tidak dikonsumsi orang tua bayi.


Titik mengantisipasi dengan merebus telur terlebih dulu. Kemudian dibagikan kepada baduta dan balita agar bisa langsung dikonsumi. “Kalau ada yang alergi telur nanti kami alihkan ke protein hewani lainnya. Tapi harus ada pemeriksaan dulu dari puskesmas soal alergi,” terangnya.


Soal pemberian makanan tambahan berupa telur ayam karena telur dinilai paling mudah meningkatkan tinggi dan berat badan baduta dan balita. Sebab, telur mengan­dung protein hewani.(tyo/kus/gp)

Editor : Satria Pradika
#konsumsi telur #UKM DIY #Stunting