SLEMAN - Bisnis perhotelan di Jogjakarta kini tengah memasuki masa-masa low season atau sepinya okupansi kamar. Upaya untuk meraup pendapatan pun dilakukan oleh Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman dengan memaksimalkan sektor food and beverage (FnB/makanan dan minuman).
Ketua PHRI Kabupaten Sleman Joko Paromo mengatakan, memasuki Agustus hingga September mendatang memang merupakan masa-masa low season bagi pengusaha hotel dan restoran. Bahkan, tak hanya hotel dan restoran saja. Tapi, sektor lain seperti transportasi dan kuliner pun tengah menghadapi kondisi yang sama.
Joko membeberkan, adapun okupansi hotel di bulan Agustus ini hanya menyentuh angka 50 persen. Angka itu cukup rendah. Menurutnya, masih bersifat tentatif karena ada kemungkinan terjadi penurunan atau kenaikan dalam beberapa waktu mendatang.
Melihat sepinya tingkat pemesanan hotel di masa-masa low season ini, Joko mengaku, sebagian pengusaha hotel dan restoran di Sleman pun mulai memaksimalkan sektor FnB agar bisa tetap meraup pendapatan. Upayanya dilakukan dengan memberikan paket-paket konsumsi untuk pernikahan, rapat, arisan, dan kegiatan lainnya.
"Menghadapi masa low season seperti sekarang memang kamu harus kreatif dalam menjual food and beverage-nya. Karena itu adalah penyumbang revenue (pendapatan) yang cukup bagus," ujar Joko kepada Radar Jogja, Senin (21/8).
Sebelumnya, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Herum Fajarwati menyampaikan, tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke DIJ secara grafik terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada bulan Juni diketahui jumlah wisman mencapai 11.188 orang. Jumlah itu naik dibandingkan bulan Mei yang jumlahnya hanya 8.160 orang.
Sementara jika melihat perkembangan jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga Juni 2023, tercatat sebanyak 38.679 kunjungan. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 lalu.
"Artinya, kondisi 2023 ini sudah jauh lebih baik setelah Pandemi tetapi belum pulih kembali seperti sebelum Covid-19, karena 2019 posisi Januari hingga Juni mencapai 51.378 kunjungan," terangnya. (inu)