RADAR JOGJA - Undangan digital kini makin marak dipilih sebagai media untuk mewartakan dibandingkan undangan cetak berwujud kertas. Ada beberapa alasan yang mendasari. Antara lain, efisiensi hingga harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan undangan konvensional.
Syafi'i Fahmi Bastian, 25, sudah tiga tahun menekuni jasa pembuatan undangan digital. Usahanya diberi nama Undangan Digital Jogja.
Dia menyebut, market undangan digital bisa lebih luas. Sebab, pemesanan, produksi, hingga pengiriman sepenuhnya dilakukan secara online.
"Saya memulai usaha undangan digital sejak awal Covid-19, tahun 2020. Waktu itu baru lulus S1 dari Pendidikan Fisika UIN Jogjakarta," jelasnya pada Radar Jogja, Selasa (25/7).
Syafi'i menyatakan, usaha yang kini dijalankannya berawal dari tetangganya yang meminta tolong dibuatkan undangan digital. "Waktu itu saya gak tahu cara buatnya. Tapi, akhirnya saya penasaran gimana cara bikinnya. Lalu, saya nemu kelas online berbayar dan mulai belajar dan membuat undangan digital pertama kali," sambungnya.
Awalnya Syafi'i enggan dibayar oleh tetangganya. Sebab dia murni ingin membantu. Seiring berjalannya waktu, dia mulai menekuni jasa tersebut hingga kini.
"Saya punya bahan ornamen undangan dari kelas online. Akhirnya saya buat banyak tema dan upload ke sosmed buat portofolio. Karena lagi Covid, saya mikir kayaknya bakal ada yang butuh undangan digital dan karya dari Undangan Digital Jogja dapat respons baik dari klien," lontarnya.
Syafi'i menjalankan usahanya bersama dua orang. Dia mengelola orderan dan pemasaran. Dua orang lainnya sebagai konten kreator dan desainer.
Sejauh ini, Syafi'i mampu mengerjakan tiga jenis undangan digital. Yakni, undangan web, undangan video, dan undangan gambar. Selain itu, dia juga melayani undangan custom untuk event non wedding.
"Untuk harga paling murah undangan gambar Rp 30 ribu, undangan video Rp 50 ribu, undangan web Rp 100 ribu. Jika minta custom desain, harganya tergantung kerumitan," terangnya.
Proses pembuatan, menurut Syafi'i, paling cepat satu jam. Setidaknya, setiap order diusahakan selesai tidak lebih dari 24 jam.
Syafi'i mengaku pernah menerima order dari banyak daerah di Indonesia. "Kalau di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, pernah. Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua juga. Kalau luar negeri pernah dapat di Taiwan dan Jepang. Mereka juga orang Indonesia, yang kebetulan nikah di sana," tuturnya.
Heni Fatma, pengguna jasa undangan digital, mengaku inovasi undangan digital lebih efektif. Selain itu, harganya lebih terjangkau dibandingkan undangan cetak.
"Memang sengaja pilih undangan digital. Cakupannya juga bisa lebih luas untuk memberitahu teman dan keluarga di luar kota," sebutnya.
Heni berpendapat undangan digital lebih efisien dan tepat sasaran. "Ini efisien karena ngirimnya hanya lewat chat WA saja. Jadi, tidak perlu mendatangi satu per satu rumah yang diundang," ujarnya. (iza)
Editor : Amin Surachmad