JOGJA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) pada momen Idul Adha 2023 ini mendistribusikan 7.112 hewan kurban bagi masyarakat duafa di berbagai wilayah Indonesia. Jumlah ini naik 2 kali lipat dibanding tahun sebelumnya sebanyak 3.691 hewan kurban.
Adapun wilayah pendistribusian hewan kurban ini meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT.
Sementara, untuk wilayah DIY sendiri mendapat jumlah hewan kurban sebanyak 24 meliputi satu ekor sapi dan 23 ekor kambing.
Dalam pelaksanaannya BSI berkolaborasi dengan 18 Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS). Kerja sama tersebut salah satunya untuk memfasilitasi layanan pembelian hewan kurban via BSI Mobile dan Smart Funding Hasanah Card.
VsiBaca Juga: Tingkatkan Literasi Keuangan, BSI Gandeng RS Pelabuhan Jadikan Emas Sebagai Program Kesejahteraan Karyawan
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, berkurban adalah ibadah tahunan yang harus terus dilakukan agar umat selalu belajar dan mempertajam kepekaan untuk peduli terhadap sesama. Semangat berkurban tersebut juga sejalan dengan spirit BSI untuk terus berperan aktif dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jiwa iklas berkorban dan peduli terhadap sesama ini penting sekali ditumbuhkan dalam setiap pribadi, Insya Allah ini menjadi berkah untuk kita semua,” tutur Hery, Kamis(29/6).
Hery pun menjamin keamanan dan kesehatan hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat melalui BSI. Sebab, BSI melibatkan mentor profesional dari berbagai lembaga untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada para peternak terkait proses pengembangbiakkan, pemberian pakan, dan pemeriksaan kesehatan hewan ternak.
"Secara berkala dokter hewan juga dilibatkan dalam melakukan pengecekan hewan kurban. Selain itu, para penyembelih juga diajari bagaimana cara memotong yang benar sesuai ajaran Islam," paparnya.
Hewan-hewan yang akan dikurbankan atau sudah dipesan oleh para-para calon mudhohi sudah pun melewati tahap seleksi. Sehingga, hanya hewan yang sehat dan memenuhi syarat yang nantinya akan disembelih. Hewan ternak juga memiliki akta dan sertifikat sehingga dapat dipastikan memenuhi persyaratan umur hewan kurban.
Hery pun menegaskan, bahwa pihaknya menerapkan green activity pada saat pemotongan hewan kurban. Green activity yang dilakukan mencakup penggunaan kantong besek bambu yang mudah terurai, penampungan limbah kotoran sapi dan kambing ramah lingkungan serta peningkatan kualitas kemasan untuk daging siap olah.
“Hal ini merupakan ikhtiar kegiatan yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan, sebagai komitmen BSI dalam menerapkan prinsip Environment, Social dan Governance (ESG) di berbagai sektor,” ungkapnya. (cr1)
Editor : Amin Surachmad