RADAR JOGJA - Prospek usaha mainan edukatif berupa celengan gypsum cukup cerah. Hanafi, 39, warga Padukuhan Jedikan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, bahkan bisa meraup omzet jutaan rupiah dan memberdayakan pemuda desanya dari usaha itu.
Sudah sejak 2019 ia memulai usaha celengan gypsum itu. Awalnya ia reseller dari mainan anak-anak itu. Namun karena permintaan yang cukup tinggi, ia kemudian membuat sendiri produk celengan gypsum dengan bantuan pemuda desanya.
Hanafi mengungkapkan, proses pembuatan celengan gypsum cukup singkat. Mula-mula adonan gypsum dimasukkan ke dalam cetakan silikon berbentuk karakter anak-anak. Setelah kering, adonan kemudian dikeluarkan dari cetakan dan setelahnya tinggal masuk proses finishing.
Dalam menjual celengan gypsum itu, Hanafi menyasar anak-anak sekolah tingkatan TK hingga SD. Penjualannya pun dibuat paketan lengkap dengan palet, kuas dan cat untuk mewarnai. Untuk harga berkisar Rp 20 ribu yang berukuran kecil, sementara ukuran besar dibanderol Rp 25 ribu.
Ia menambahkan, celengan gypsum juga lebih banyak memiliki keunggulan dibandingkan celengan tanah liat. Di antaranya memiliki warna dasar putih yang lebih menarik anak-anak, serta pewarnaannya yang mudah karena hanya tinggal menggunakan cat tembok.
“Celengan gypsum ini selain memiliki manfaat dari segi edukasi menabung, anak-anak bisa belajar mewarnai dan mengembangkan motoriknya melalui kegiatan melukis,” ujar Hanafi saat ditemui Radar Jogja (3/10).
Ia mengaku kalau untuk permintaan mainan tersebut memang paling banyak dari sekolah sebagai mainan edukatif. Dalam sebulan, setidaknya celengan gypsum yang laku mencapai 500 pcs dengan omzet mencapai Rp 5 juta-Rp 7 juta.
Ia menyatakan, sebelum pandemi Covid-19 permintaan celengan gypsum bahkan bisa sampai luar daerah seperti Malang dan Kalimantan. Namun untuk situasi sekarang pihaknya lebih fokus terhadap pangsa pasar lokal.
“Saat ini kami lebih fokus penjualan di Bantul saja melalui kerja sama dengan sekolah. Karena saat ini anak-anak sekolah sudah mulai masuk kembali,” bebernya. (inu/laz)