RADAR JOGJA - Layanan jemput bola dilakukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul dengan menyasar anak-anak berkebutuhan khusus. Setidaknya, 14 Sekolah Luar Biasa (SLB) ditargetkan sejak Juli hingga Agustus 2024.
Upaya tersebut, untuk memastikan inklusi dan kesetaraan bagi seluruh warga Kabupaten Gunungkidul. Kepala Disdukcapil Gunungkidul Markus Tri Munarha menyebut, layanan jemput bola telah menyasar siswa-siswa difabel di 11 SLB.
Layanan meliputi perekaman keliling Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Penerbitan Kartu Identitas Anak (KIA). "Kegiatan ini akan berlangsung selama Bulan Juli dan Agustus 2024, menyasar siswa-siswa difabel yang ada di Gunungkidul," ujar Markus kepada awak media, Jumat (9/8).
Dia mengatakan, pihaknya optimis menyelesaikan layanan jemput bola hingga tenggat waktu yang ditentukan. Perekaman KTP dan KIA kepada siswa Difabel agar mempermudah dalam mengakses layanan administrasi kependudukan. "Khususnya peserta didik SLB difabel atau siswa-siswa difabel, upaya kami memastikan inklusi dan kesetaraan," jelasnya.
Selain memberikan pelayanan yang lebih inklusif dan merata, kegiatan yang tengah berjalan itu diyakini dapat meningkatkan kualitas layanan Administrasi Kependudukan terutama bagi penyandang disabilitas.
Setiap penduduk memilik akses terhadap hak-hak mereka, terutama yang berkebutuhan khusus. Pemerataan dalam pelayanan publik sangat penting untuk diwujudkan. "Dengan itu siswa difabel dapat mengakses hak kesehatan, sosial, pendidikan dan hak-hak lainnya," tandasnya. (ndi/pra)
Editor : Satria Pradika