Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Opini Weekend Visual Report

UAJY Perluas Riset dan Kerjasama Internasional lewat INCHIP, Mahasiswa dan Doesn Bisa Belajar ke Tiongkok

Fahmi Fahriza • 2024-10-10 06:45:00

 

   Caption: Sesi diskusi dan peresmian Indonesia-China Partnership Studies (INCHIP) yang berlangsung di Auditorium Kampus 4 UAJY 
  Caption: Sesi diskusi dan peresmian Indonesia-China Partnership Studies (INCHIP) yang berlangsung di Auditorium Kampus 4 UAJY 
 

 

 

JOGJA - Perluasan riset dan kerjasama skala internasional jadi hal yang dioptimalkan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), salah satu langkah tersebut diinisiasi lewat peluncuran Indonesia-China Partnership Studies (INCHIP).

 

Rektor UAJY G. Sri Nurhartanto berujar, INCHIP adalah lembaga kajian yang didedikasikan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Tiongkok. INCHIP bertujuan mendorong penelitian akademik, analisis kebijakan, dan kolaborasi di berbagai bidang pengetahuan.

 

"Termasuk pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, teknologi, digitalisasi, dan realisasi visi Indonesia Emas 2045," katanya, Rabu (9/10).

 Baca Juga: Tak Ada Jaringan Air Bersih, 100 KK di Plampang 1 Terdampak Kekeringan sejak Enam Bulan Lalu

Baca Juga: Penasaran dengan Bau Menyengat Selama Dua Hari, Warga Padukuhan Dipan Kapanewon Wates Temukan Mayat di Eks Pasar Burung Gawok

Disebutkan, INCHIP punya misi memfasilitasi penelitian dan dialog kemintraan Indonesia-Tiongkok, dengan menyediakan wawasan yang mendalam pada pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, dan akademisi tentang bagaimana memaksimalkan kerja sama antara kedua negara. 

 

Secara garis besar, penelitian yang dilakukan INCHIP akan mencakup sektor utama seperti teknologi, energi terbarukan, pembangunan sosial-politik, dan pertahanan. Hal tersebut diharapkan bisa memberikan masukan yang berharga bagi pemerintah, pelaku bisnis dan masyarakat kedua negara.

 

"Ini juga mempermudah program exchange UAJY ke Tiongkok, mulai dari pertukaran mahasiswa hingga dosen," paparnya.

 

"Bahkan ada program di mana mahasiswa studi dua tahun di UAJY, dan dua tahun di Tiongkok. Nanti dapat gelar double degree," imbuhnya.

 

Sri optimistis, dengan adanya INCHIP tersebut akan memudahkan banyak akses kerjasama ke depannya. Sebab, ia menyadari kerjasama internasional sangat penting dilakukan bagi universitas.

 Baca Juga: Asten Askreng Radar Jogja Jadi Kampiun Turnamen Fun Game Mini Soccer #3 di HK 99

Baca Juga: Niatnya Cari Musuh, Dua Pemuda di Sleman Sengaja Berkeliaran Bawa Sajam, Berakhir Diringkus Polisi

"Kerjasama sangat penting, apalagi di tingkat internasional. Kita bisa belajar banyak di berbagai sektor nantinya," tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala bidang riset dan ekonomi INCHIP Antonius Sumarwan menyampaikan, selain berfokus untuk memberi wawasan tentang manfaat strategis kemitraan Indonesia dan Tiongkok, INCHIP juga membuka peluang untuk berbagi pengetahuan, serta memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi.

 

"Peluncuran ini juga membuka jalan kolaborasi lebih lanjut antara akademisi, pembuat kebijakan untuk meningkatkan pemahaman dan kerjasama," urainya.

 

Disebutnya, INCHIP diproyeksikan sebagai lembaga penelitian kunci yang menjembatani kesenjangan antara riset akademik dan solusi kebijakan praktis, guna mendukung tujuan ambisius mewujudkan Indonesia Emas 2045.

 

"Kami percaya komunikasi yang terbuka sangat penting, untuk menuju kemitraan yang saling menguntungkan," terangnya.

 

"Dialog itu fondasi yang memungkinkan kedua negara bisa melampaui hubungan transaksional, dan membangun koneksi strategis lebih dalam," tandasnya (iza).

 

Editor : Heru Pratomo
#Mahasiswa #tiongkok #Universitas Atma Jaya Yogyakarta #double degree #Indonesia #UAJY