Tak Sekadar Pajang Arsip, Sentra HKI USD Kenalkan Pentingnya Pendaftaran Karya

Magang Radar Jogja • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 03:30 WIB

 

Book Fair SDU Press 2026 yang berlangsung pada 28–30 September 2026 di Kampus III USD
Book Fair SDU Press 2026 yang berlangsung pada 28–30 September 2026 di Kampus III USD

 

YOGYAKARTA - Pameran arsip Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Universitas Sanata Dharma (USD) menjadi sarana mengenalkan karya intelektual dosen dan mahasiswa sekaligus mendorong kesadaran tentang pentingnya pendaftaran kekayaan intelektual.

Pameran tersebut menjadi bagian dari Book Fair SDU Press 2026 yang berlangsung pada 28–30 September 2026 di Kampus III USD, Paingan, Yogyakarta.

Selain menampilkan buku-buku terbitan Sanata Dharma University Press (SDU Press), kegiatan ini juga menghadirkan berbagai dokumen dan karya terkait kekayaan intelektual.

Baca Juga: Persiba Bantul Datangkan Antoni Putro Nugroho

Kepala Sentra HKI sekaligus Kepala SDU Press, Dominikus Sukristiono, mengatakan materi yang dipamerkan meliputi sertifikat paten, dokumen terkait kekayaan intelektual, serta berbagai karya milik sivitas akademika USD.

Menurutnya, karya-karya tersebut dipamerkan karena memiliki potensi manfaat bagi masyarakat. Koleksi yang ditampilkan juga terdiri atas arsip lama dan baru.

Pameran ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pencatatan dan perlindungan kekayaan intelektual. Sebab, masih diperlukan upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mendaftarkan karya yang dihasilkan.

Baca Juga: Misterius, Kambing Milik Warga Sadang Kebumen Ditemuka Mati tanpa Jeroan

Dominikus menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan hasil karya intelektual sivitas akademika USD sekaligus memberikan pengetahuan mengenai HKI kepada masyarakat umum dan lingkungan kampus.

Ketertarikan mahasiswa terhadap isu tersebut terlihat dari pertanyaan yang disampaikan kepada penyelenggara. Sejumlah mahasiswa menanyakan berbagai hal mengenai kekayaan intelektual, paten, hingga prosedur memperoleh sertifikat.

Baca Juga: Audiensi Tambang Tuksono Kulon Progo Tak Ada Titik Temup;  Sosialisasi Dianggap Sah oleh Pemprov DIJ

Untuk menjaga berbagai karya dan dokumen tersebut, Sentra HKI USD menerapkan sistem pengarsipan digital maupun nondigital. Sistem ini digunakan untuk menyimpan karya dan sertifikat agar terdokumentasi dengan baik.

Melalui pameran tersebut, Dominikus berharap semakin banyak masyarakat mengenal Sentra HKI USD. Ia juga berharap semakin banyak sivitas akademika maupun masyarakat yang mendaftarkan kekayaan intelektualnya sehingga karya-karya tersebut dapat memberikan manfaat lebih luas.

 

Abelia Nababan

Editor : Heru Pratomo
sentra HKI usd book fair Sanata Dharma kekayaan intelektual