Siap Lulus dan Kompeten, Mahasiswa Polbangtan Ikuti Sertifikasi Kompetensi Inseminasi Buatan

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:47 WIB
PRAKTIK LAPANGAN:
PRAKTIK LAPANGAN: Mahasiswa Polbangtan Yoma menyiapkan alat diseminasi buatan sebagai rangkaian proses sertifikasi kompetensi. (ISTIMEWA)

MAGELANG - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) berkomitmen untuk terus mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian profesional dan berstandar nasional. Salah satunya melalui sertifikasi kompetensi bagi mahasiswa. 

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan Polbangtan Yoma yang kompeten di bidang peternakan dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

Bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSP) Kementerian Pertanian, Polbangtan Yoma menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bidang inseminasi buatan (IB) bagi mahasiswa pada 22–24 September 2026 di Kampus Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Sertifikasi diikuti 59 mahasiswa semester 7 Program Studi Teknolodi Produksi Ternak. Seluruh peserta direkomendasikan kompeten setelah menyelesaikan seluruh rangkaian sertifikasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu strategi kunci Kementerian Pertanian untuk mendukung peningkatan produksi sub sektor peternakan.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM merupakan fondasi dalam mewujudkan pertanian modern yang maju dan mampu bersaing secara global. “Pertanian tidak cukup hanya mengandalkan sumber daya alam, tetapi juga membutuhkan SDM unggul, kompeten, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan industri. Sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam membangun pertanian Indonesia yang maju dan mandiri,” ungkap Amran.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengambangan SDM Pertanian Idha Widi Arsanti menekankan pentingnya penguatan kapasitas serta pengakuan profesional SDM sektor pertanian secara berkelanjutan. “Sertifikasi kompetensi merupakan bentuk pengakuan profesional terhadap kemampuan SDM pertanian. Langkah ini penting untuk menciptakan tenaga kerja yang siap kerja, kompetitif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian ke depan,” ujar Idha.

Hadir secara virtual, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) BPPSDMP Kementan Tedy Dirhamsyah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan sertifikasi kompetensi yang diselenggarakan Polbangtan Yoma sebagai upaya mencetak lulusan yang mampu bersaing di dunia kerja. “Apresiasi kepada Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang atas komitmen dan upaya dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Salah satunya melalui pelaksanaan sertifikasi kompetensi inseminasi buatan,” ucap Tedy. 

Ia juga menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sebatas memenuhi persyaratan semata, tetapi sebagai pengakuan resmi secara sistematis dan objektif terhadap pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan. “Sertifikasi kompetensi menjadi hal yang sangat penting karena dengan proses ini kemampuan yang telah dipelajari selama pendidikan kemudian dibuktikan dengan standar yang telah ditetapkan termasuk dibidang teknis,’’ jelasnya.

SERIUS:
SERIUS: Peserta sertifikasi kompetensi inseminasi buatan mengikuti pengarahan di Kampus Polbangtan Yoma, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.(ISTIMEWA)

 

Hadir mewakili Direktur, Wakil Direktur II Polbangtan Yoma Budi Purwo Widiarso mengatakan, Polbangtan Yoma sebagai perguruan tinggi vokasi pertanian tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga keterampilan praktis dan kesiapan kerja. “Sertifikasi kompetensi salah satu kewajiban lembaga untuk memberikan sertifikat pendamping ijazah di masing-masing program studi. Satu program studi dua sertifikat. Termasuk inseminasi buatan, ” katanya.

Menurut Budi, sertifikasi kompetensi ini menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing lulusan saat memasuki dunia kerja dan dapat berkontribusi secara nyata dalam pembangunan pertanian Indonesia.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
Polbangtan kementan Pertanian Inseminasi Buatan peternakan