JOGJA - Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma) menggelar International Conference on Sustainable Agriculture and Food Security (ICVASAF) 2026, Kamis (24/9/2026) di Kampus Kusumanegara, Jogjakarta.
ICVASAF 2026 berhasil menarik partisipasi nasional dan internasional yang luas. Dalam sesi presentasi ilmiah. Tercatat sebanyak 132 paper. Terdiri atas 48 paper yang dipresentasikan secara offline (onsite) dan 84 paper secara online (virtual).
Dalam konferensi ini, Polbangtan Yoma menghadirkan lima pembicara utama dari China Agricultural University, Philippine Rice Research Institute (PhilRice), Andalas University Indonesia, Massey University New Zealand, dan The University of Queensland Australia.
Kelima pembicara menunjukkan dukungannya terhadap ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Baik dari sudut pandang teknologi pangan, ekologi hama, tata kelola penyuluhan, dan kisah sukses transformasi pembangunan perdesaan.
Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian untuk memperkuat kolaborasi dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan nasional.
Seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Ia menyebut perlunya memperkuat ketahanan pangan dan swasembada berkelanjutan melalui peningkatan produksi dalam negeri, riset teknologi, serta pelibatan generasi muda.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan bahwa pertanian modern bukan soal hasil tinggi saja, tapi menyeimbangkan panen dengan kesehatan tanah.
Dari konferensi ini, didapatkan pandangan bahwa penerapan teknologi perlu disertai dengan perubahan kelembagaan yang disesuaikan dengan kearifan lokal. Petani, koperasi, dan masyarakat desa menjadi pelaku utama. Sementara penerapan sirkulasi perlu dilakukan dengan memanfaatkan biomassa menadi pupuk, biochar, dan energi.
Hadir membuka konferensi, Wakil Direktur 1 Polbangtan Yoma Bidang Akademik dan Kerjasama Endah Puspitojati. Endah menyatakan, ICVASAF 2026 menjadi momentum penting bagi Polbangtan Yoma untuk menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga melahirkan inovasi dan solusi nyata bagi pertanian masa depan. “Dari kampus vokasi, kita membangun kolaborasi global, menghubungkan ilmu dengan praktik, dan menghadirkan teknologi untuk pertanian yang berkelanjutan, tangguh, dan berdaya saing,” tuturnya.
Menurut Endah, terkumpulnya 132 paper menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap ICVASAF 2026 sekaligus memperkuat perannya sebagai forum internasional untuk pertukaran pengetahuan, hasil penelitian, inovasi, dan pengalaman dalam mendukung pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, ketahanan iklim, serta pembangunan perdesaan.
Ia menambahkan, para presenter dan penulis Indonesia serta berbagai negara lainnya, antara lain China, India, Mongolia, Kazakhstan, Uzbekistan, dan Albania. Indonesia memberikan kontribusi terbesar dalam jumlah paper, sementara keterlibatan peneliti internasional semakin memperkuat karakter global ICVASAF 2026.
Seluruh paper tersebut didistribusikan ke dalam lima bidang utama konferensi, yaitu sustainable crop production and soil management; integrated agriculture and livestock systems; food innovation and sustainable food systems; smart farming and agricultural technologies; serta climate resilience, agricultural policy and sustainable rural development.
Selain untuk meningkatkan produksi, dalam konferensi disepakati bahwa pertanian juga perlu memperhatikan nilai tambah, kepastian pasar, serta pengurangan kehilangan hasil dan pengendaliaan penggunaan pestisida.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji