Lima Belas Mahasiswa Kedokteran UGM Berangkat ke NTT, 30 Hari Bantu Pulihkan Penyintas Bencana

Magang Radar Jogja • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 04:04 WIB

 

Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM)
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FKKMK UGM)

 

YOGYAKARTA - Sebanyak 15 mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) diterjunkan ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui program KKN Peduli Bencana. Selama 30 hari, mereka akan membantu pelayanan kesehatan sekaligus mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Penerjunan mahasiswa dilakukan Senin (21/9) di Ruang Sidang Pimpinan Gedung Pusat UGM. Seluruh mahasiswa yang diberangkatkan berasal dari profesi dokter dan tengah menjalani pendidikan koas.

Dosen UGM Arie Sujito mengatakan pengiriman mahasiswa ke wilayah terdampak bencana merupakan bagian dari komitmen UGM untuk merespons kondisi kebencanaan. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mereka.

Baca Juga: Kritik Pernyataan Menkeu, Hardjuno Wiwoho: Pelunasan Surat Utang Beda dengan Hak Tagih BLBI

“UGM itu sejak dulu punya komitmen untuk bisa merespons peristiwa-peristiwa bencana, terutama respons cepat. Salah satunya melalui kegiatan kuliah kerja nyata,” kata Arie.

Arie menjelaskan, 15 mahasiswa tersebut akan ditempatkan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah yang terdampak bencana. Penempatan dilakukan berdasarkan asesmen dan koordinasi dengan pemerintah setempat agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan membantu pelayanan di dua puskesmas yang terdampak. Selain memberikan pelayanan medis, mereka juga membawa pasokan obat yang dibutuhkan berdasarkan permintaan Dinas Kesehatan.

Baca Juga: Saat Jaga Ayah Yang Sedang Stroke, Guru MTs di Magelang Dipukul OTK hingga Pingsan

Tak berhenti pada pelayanan medis, mahasiswa juga akan melakukan observasi terhadap kebutuhan lain di lapangan. Salah satunya berkaitan dengan sanitasi air serta dukungan kesehatan mental dan psikososial bagi kelompok rentan.

“Kita harapannya bisa membantu mereka semua untuk punya harapan kembali hidup dan bangkit bersama lagi,” ujar Dimas salah satu mahasiswa peserta KKN Peduli Bencana UGM.

Dimas mengatakan persiapan keberangkatan dilakukan dalam waktu sekitar dua minggu. Para mahasiswa mempersiapkan kebutuhan logistik sekaligus mengikuti pembekalan dari UGM mengenai mitigasi bencana dan kondisi psikososial penyintas.

Baca Juga: Dua Bulan Warga Karangtengah Alami Kekeringan, Gandung Pardiman Bantu 50 Ribu Liter Air Bersih

Mereka juga dibekali pengetahuan mengenai cara memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Pembekalan tersebut diharapkan membantu mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat di lokasi penugasan.

“Kami mendapat pembekalan tentang mitigasi bencana, bagaimana kondisi psikososial, dan bagaimana cara mendukung para penyintas ini dalam menghadapi bencana,” ujar Dimas.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, Dr. Djarot Heru Santoso, berpesan agar mahasiswa menjadikan penugasan tersebut bukan sekadar kegiatan administratif. Mahasiswa diminta melihat langsung kondisi masyarakat dan memberikan bantuan sesuai kemampuan yang dimiliki.

Baca Juga: Porsche Terperosok ke Saluran Air di Tol Desari, Diduga Akibat Genangan

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk mengutamakan keselamatan diri dan masyarakat selama berada di lokasi bencana. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran sekaligus bagian dari misi kemanusiaan.

Arie menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam KKN Peduli Bencana bukan untuk mengambil alih peran pemerintah. Kehadiran mereka diarahkan untuk membantu pelayanan yang dibutuhkan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama pendidikan.

Baca Juga: Andre Taulany Resmi Menikah dengan Amanda Rigby, Akad Digelar Intim Bernuansa Adat Jawa

“Ini sekali lagi bukan mengambil alih tugas pemerintah, tapi membantu dan adik-adik belajar secara langsung,” tegasnya.

Bagi Dimas dan 14 mahasiswa lainnya, penugasan tersebut menjadi pengalaman pertama terjun langsung ke wilayah bencana. Mereka berharap dapat memberikan kontribusi dalam pelayanan kesehatan sekaligus belajar berkoordinasi dengan pemerintah maupun organisasi lain yang terlibat dalam proses pemulihan masyarakat terdampak.

Abel Lia Nababan

Editor : Heru Pratomo
KKN peduli bencana FK-KMK UGM dinas kesehatan Kedokteran UGM NTT