Tim Riset Untidar Bawa Solusi Soal Pengelolaan Sampah, Diubah Jadi Energi hingga Paving Block

Naila Nihayah • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 06:15 WIB
BERDAMPAK: Pusat studi di Untidar menawarkan sejumlah solusi untuk mengelola sampah melalui budi daya magot. (Dokumentasi Humas Untidar)
BERDAMPAK: Pusat studi di Untidar menawarkan sejumlah solusi untuk mengelola sampah melalui budi daya magot. (Dokumentasi Humas Untidar)

 MAGELANG - Pusat Studi Sustainability and Circularity (PSSC) Universitas Tidar (Untidar) membawa hasil riset keluar dari laboratorium. Dalam dua tahun terakhir, pusat studi itu mengembangkan teknologi pengolahan sampah yang mulai digunakan di sejumlah lokasi di Magelang hingga Temanggung.

Teknologi yang dikembangkan tidak hanya mengolah sampah agar berkurang volumenya, tetapi juga mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai guna. Contohnya gasifikasi untuk mengolah sampah organik menjadi gas sintetis dan lainnya.

Ketua PSSC Untidar, Tri Retno Setiyawati mengatakan, pusat studi ini memfokuskan riset pada tiga isu utama, yakni waste management, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan. Prinsip yang digunakan bukan sekadar mengurangi sampah, melainkan mencari cara agar material yang selama ini dianggap limbah dapat kembali dimanfaatkan.

Baca Juga: Ibarbo Park 2 Terkendala Status Lahan dan Tata Ruang, Pemkab Gunungkidul Soroti Ini!

Pendekatan tersebut, kata dia, diterapkan dalam sejumlah teknologi yang dikembangkan PSSC. "Satu di antaranya adalah alat gasifikasi yang menyasar sampah organik berupa daun dan ranting, termasuk material hasil sapuan jalan," bebernya, Minggu (20/9).

Melalui proses gasifikasi, sampah tersebut diolah menjadi synthetic gas atau syngas. Gas hasil pengolahan itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari. Fungsinya pun serupa dengan penggunaan gas untuk memasak. Teknologi tersebut saat ini telah digunakan di TPS3R Potrobangsaan.

PSSC juga mengembangkan insinerator dan plastic melter untuk menghadapi jenis sampah yang lebih sulit masuk ke rantai daur ulang. Satu sasaran utamanya adalah plastik residu seperti kantong kresek sekali pakai.

Baca Juga: Jelang Pilur! Gunungkidul Gelar Kampanye selama Tiga Hari, Logistik Juga Dikebut

Alih-alih berakhir sebagai sampah, lanjut dia, material plastik tersebut diproses menggunakan plastic melter untuk dilelehkan dan kemudian dicetak menjadi paving block. Dengan proses itu, plastik residu yang sulit memiliki nilai ekonomi dapat diubah menjadi material yang bisa digunakan kembali.

Selain sampah anorganik, PSSC mengembangkan pendekatan untuk mengurangi sampah organik rumah tangga, terutama sisa makanan. Pengembangan maggot digunakan untuk mengurai sampah organik sekaligus menghasilkan biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Tidak berhenti pada penerapan teknologi, PSSC pada 2026 juga memperoleh dukungan pendanaan melalui kompetisi INSAINTEK dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. PSSC Untidar menjadi satu dari 22 pusat studi dan pusat kajian di Indonesia yang terpilih dalam program itu.

"Pendanaan itu digunakan untuk memperluas diseminasi literasi sains kepada masyarakat selama sekitar enam bulan terakhir," bebernya.

Baca Juga: Belum Dibangun, 114 Gerai KDMP di Gunungkidul Masih Terkendala Lahan  

Program tersebut dikemas melalui empat kegiatan utama. Sustainability Coffee Talks dan STEM Open Lab menyasar pelajar SMA/SMK sederajat untuk memperkenalkan isu lingkungan sekaligus teknologi sejak dini.

Sementara Community Action Program dan STEM Expo diarahkan kepada masyarakat umum melalui penerjunan langsung serta pameran teknologi terapan.
Pola tersebut membuat kegiatan PSSC tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus.

Menurut Retno, tantangan berikutnya adalah memastikan inovasi yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Sebab, teknologi pengolahan sampah akan sulit memberi dampak jika tidak sesuai dengan karakter sampah, kemampuan pengelola, maupun kondisi di lapangan. (aya)

Editor : Sevtia Eka Novarita
Magelang Pengolahan Sampah Untidar Sampah temanggung