SLEMAN– Suasana hangat dan penuh rasa syukur menyelimuti perayaan Santo Pelindung Universitas Sanata Dharma Santo Robertus Bellarminus.
Meskipun berlandaskan dengan tradisi agama Katolik dikarenakan adanya Perayaan Ekaristi terlebih dahulu, namun melalui perayaan ini menjadi panggung nyata indahnya toleransi antar umat beragama yang ada di Universitas Sanata Dharma (USD).
Menariknya, perayaan ini diketuai oleh Ni Made Ayu Manisa Putri seorang mahasiswi Program Studi Psikologi yang beragama Hindu. Kehadirannya menjadi penanda bahwa ruang kebersamaan yang ada di USD terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang suku, agama, ras, budaya (SARA).
“Kami menunjukkan walaupun berbeda-beda, kita tetap satu kesatuan di Universitas Sanata Dharma” ujar Ni Made Ayu Manisa Putri saat diwawancarai.
Adapun perayaan ini juga dimeriahkan oleh panggung seni dari 5 komunitas keagamaan yang berada di bawah naungan Campus Ministry. Adapun keberagaman seni yang antara lain pertunjukan Barongsai oleh Komunitas Mahasiswa Buddha-Khonghucu (KMBK), Tari Puspanjali oleh Komunitas Mahasiswa Hindu (KMHD), Hiburan Musik dari Forum Keluarga Muslim Budi Utomo, hingga Penampilan Tamborin dan Komunitas Kristen Protestan serta Katolik.
Ni Made Ayu Manisa Putri mengungkapkan bahwa acara ini hanya memerlukan persiapan dengan waktu singkat selama 2 minggu saja, namun tidak menghilangkan antusiasme pengunjung dalam memadati acara tersebut.
Baca Juga: Polresta Usut Dugaan Pungli dan Anggota Minta Jatah Makan Pengusaha Kuliner di Alkid Jogja
Acara ini juga turut dihadiri oleh Campus Ministry dari berbagai Perguruan Tinggi seperti Universitas Atma Jaya (UAJY) dan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Melalui perayaan dan pentas seni yang telah berlangsung sukses menjadi sarana untuk merawat kebersamaan sekaligus menjalin silaturahmi antar mahasiswa lintas-agama.
(Franzeska Aurellea Paskaningtyas)
Editor : Heru Pratomo