MAGELANG – Upaya memperkenalkan dunia pertanian kepada masyarakat -khususnya generasi muda- terus dilakukan Kementerian Pertanian melalui berbagai pendekatan. Salah satunya dengan menghadirkan informasi dan edukasi pertanian dalam kegiatan literasi yang dekat dengan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma) melalui keikutsertaannya dalam "Gemilang Literasi Fest 2026" yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang pada 7–11 September 2026.
Melalui perpustakaannya, Polbangtan Yoma menghadirkan berbagai informasi mengenai pendidikan vokasi pertanian, literasi pertanian dan peternakan, serta produk olahan hasil karya mahasiswa. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pertanian secara lebih luas sekaligus membuka wawasan masyarakat mengenai peluang pendidikan dan profesi di sektor pertanian.
"Gemilang Literasi Fest 2026" berlangsung selama lima hari dan diikuti 39 stan yang berasal dari perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, hingga komunitas literasi di Kabupaten Magelang. Dalam kegiatan tersebut, stan Perpustakaan Polbangtan Yoma berhasil meraih penghargaan stan terbaik kategori perguruan tinggi.
Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kreativitas dan kontribusi Polbangtan Yoma dalam menghadirkan literasi pertanian di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Magelang Aziz Amin Mujahidin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat sekaligus meningkatkan minat baca. “Tujuan kegiatan ini ingin memberikan semangat untuk terus belajar dan meningkatkan budaya membaca serta menghadirkan banyak sekali pegiat-pegiat literasi agar masyarakat belajar lebih dekat tentang literasi,” ungkapnya.
Mewakili Direktur Polbangtan Yoma, Kepala Perpustakaan Polbangtan Yoma Kampus Tegalrejo Tanty Yanuar Widiyanti mengatakan, keikutsertaan dalam "Gemilang Literasi Fest 2026" menjadi momentum untuk memperkenalkan Polbangtan Yoma sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian kepada masyarakat. “Dalam rangka pengembangan minat dan kegemaran budaya baca serta literasi masyarakat Kabupaten Magelang secara umum, perpustakaan kami secara khusus memamerkan produk-produk literasi bidang pertanian dan peternakan. Kami juga mengenalkan kepada masyarakat bahwa terdapat sekolah vokasi milik Kementerian Pertanian di Kabupaten Magelang,” jelas Tanty.
Tidak hanya menghadirkan bahan bacaan dan informasi, Perpustakaan Polbangtan Yoma juga berkolaborasi dengan teaching factory (tefa) untuk menampilkan sejumlah produk olahan peternakan hasil karya mahasiswa. “Kami juga berkolaborasi dengan tefa dengan memamerkan hasil olahan peternakan yang dibuat oleh mahasiswa kami,” tambahnya.
Kehadiran Polbangtan Yoma dalam kegiatan literasi ini sekaligus menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa pertanian memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan, teknologi, kewirausahaan, serta inovasi. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membangun persepsi bahwa sektor pertanian bukan hanya berkaitan dengan aktivitas budidaya, tetapi juga memiliki peluang pengembangan yang luas bagi generasi muda.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa generasi muda dan kualitas sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan pertanian. “Masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kualitas karakter dan pola pikir generasi mudanya,” tegas Mentan Amran.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas generasi muda agar mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian modern. “Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujarnya.
Melalui partisipasi dalam "Gemilang Literasi Fest 2026", Polbangtan Yoma tidak hanya memperkenalkan institusi dan produk mahasiswa, tetapi juga membawa pesan bahwa literasi dapat menjadi pintu masuk untuk mengenalkan pertanian kepada masyarakat.
Ke depan, kolaborasi antara dunia pendidikan, literasi, dan sektor pertanian diharapkan semakin memperluas pemahaman masyarakat sekaligus menarik minat generasi muda untuk menekuni pendidikan dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian Indonesia.(yog)
Editor : Yogi Isti Pujiaji