MAGELANG - Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) menargetkan 80 persen program studi (prodi) berstatus akreditasi Unggul. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu akademik sekaligus memperkuat posisi Unimma menuju pemeringkatan perguruan tinggi internasional.
Rektor Unimma Lilik Andriyani mengatakan, saat ini 15 prodi telah mengantongi akreditasi Unggul, baik dari rumpun sains dan teknologi maupun sosial-humaniora. Sejumlah prodi lainnya tengah disiapkan untuk mengikuti proses akreditasi. “Target kami adalah 80 persen terakreditasi Unggul,” kata Lilik di Auditorium Kampus 1 Unimma Senin (31/8).
Baca Juga: Perahu Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Pantai Genjik Purworejo, Satu Nelayan Tewas
Menurut dia, akreditasi Unggul menjadi bentuk pengakuan eksternal terhadap kualitas dan standar pendidikan yang diterapkan perguruan tinggi. Peningkatan jumlah prodi berstatus Unggul juga menjadi pijakan Unimma untuk mengembangkan kelembagaan ke tingkat yang lebih tinggi.
Unimma kini mulai mempersiapkan diri masuk dalam pemeringkatan perguruan tinggi internasional, termasuk Times Higher Education (THE). Untuk itu, berbagai indikator perlu diperkuat. Terutama penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian kepada masyarakat, internasionalisasi pembelajaran, serta kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Baca Juga: Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK, Teguhkan Relevansi Kekhususan Sejarah dan Budaya DIY
Kampus juga menerapkan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) dalam pengembangan kurikulum. Model tersebut menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang harus dimiliki mahasiswa setelah menyelesaikan pendidikan. Selain itu, aktivitas akademik Unimma mulai diarahkan pada indikator Sustainable Development Goals (SDGs), yang menjadi salah satu aspek dalam pemeringkatan perguruan tinggi internasional.
Lilik menegaskan, upaya internasionalisasi tidak berarti menghilangkan identitas Unimma sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah. Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tetap menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa. “Kami berharap lulusan memiliki etik yang kuat selain memiliki kompetensi yang luar biasa, tetapi juga memiliki dasar moral, etika, dan integritas,” terangnya.
Baca Juga: UEFA Siapkan Laporan Pidana terhadap Infantino Terkait Rencana Penjualan Saham Piala Dunia
Sementara itu, Wakil Ketua V Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Mohammad Adam Jerusalem menilai, posisi Unimma cukup kuat di antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Muhammadiyah saat ini memiliki 165 PTMA. Dari jumlah tersebut, 21 perguruan tinggi telah memperoleh akreditasi institusi Unggul, termasuk Unimma.
“Harapannya ke depan semakin berkelanjutan, semakin baik, semakin berkemajuan dan ber-impact,” paparnya. (aya/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita