Empat Bakal Calon Rektor Untidar Magelang dari UIN Walisongo, UNS, dan Unsoed

Naila Nihayah • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:09 WIB

Proses pengundian nomor urut oleh Senat dan panitia pemilihan rektor Untidar, Jumat (21/8).

Proses pengundian nomor urut oleh Senat dan panitia pemilihan rektor Untidar, Jumat (21/8).

 

 

 

 

 

MAGELANG - Pemilihan Rektor Universitas Tidar (Untidar) periode 2026–2030 memasuki tahap baru. Panitia telah menetapkan empat akademisi sebagai bakal calon rektor (Bacarek). Keempatnya berasal dari tiga perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah dan akan mengikuti tahapan penyampaian visi, misi, program kerja, hingga penyaringan oleh Senat Untidar.

Penetapan dilakukan setelah panitia menyelesaikan verifikasi administrasi dan pengundian nomor urut bakal calon. Proses tersebut berlangsung dalam rapat Senat Untidar di Ruang Rapat Lantai 5 Gedung Rektorat Sidotopo, Jumat (21/8).

Ketua Panitia Pemilihan Rektor Untidar, Ibrahim Nawawi mengatakan, empat nama dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan proses pemilihan. Keempat bakal calon tersebut yakni Prof Najahan Musyafa' dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang dengan nomor urut 1.

Baca Juga: DPRD DIY Soroti Akurasi Data Desil 9-10 soal Rencana Pembatasan Pembelian BBM Subsidi

Kemudian, Prof Sugiyarto dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dengan nomor urut 2, Agus Haryanto dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto sebagai nomor urut 3, serta Prof Gito Sugiyarto dari Unsoed sebagai nomor urut 4.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Berita Acara Nomor 81/DST/UN57.SENAT/T/KA.02.03/2026. "Berdasarkan rapat senat hari ini kami tetapkan ada empat bakal calon rektor Untidar periode 2026-2030 sesuai nomor urut yang telah diundi," kata Ibrahim dalam konferensi pers.

Komposisi bakal calon, kata dia, menunjukkan kontestasi pemilihan rektor Untidar tidak hanya diikuti akademisi dari lingkungan internal kampus. Para kandidat berasal dari UIN Walisongo, UNS, dan Unsoed sehingga memberikan pilihan kepemimpinan dengan latar belakang dan pengalaman akademik yang beragam.

Baca Juga: Tak Bisa Proses Tuntutan Transparansi Danais, KID: Serikat Warga YogyakartaHarus Tempuh Prosedur Ini

Ibrahim menyebut, setelah penetapan bakal calon, tahapan berikutnya adalah penyusunan visi, misi, dan program kerja. Panitia memberikan waktu kepada masing-masing kandidat untuk menyerahkan dokumen tersebut pada 24 Agustus hingga 2 September 2026.

Dokumen itu kemudian menjadi bagian dari bahan yang akan disampaikan kepada sivitas akademika dalam tahapan sosialisasi publik. Masa sosialisasi dijadwalkan berlangsung 3-9 September 2026.

Tahapan tersebut, lanjut dia, menjadi kesempatan bagi para bakal calon untuk memperkenalkan gagasan dan arah pengembangan Untidar kepada publik kampus sebelum masuk ke proses penyaringan.

Baca Juga: Hiromu Tanaka Ingin Kumpulkan Banyak Kemenangan untuk PSS Sleman

Hasilnya bakal calon rektor dijadwalkan diumumkan pada 15 September 2026 melalui rapat Senat terbuka. Setelah proses penyaringan, pemilihan rektor memasuki tahapan akhir yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.

Dalam pemilihan tersebut, suara Senat Untidar dan pemerintah memiliki bobot berbeda. "Pada tahap akhir pemilihan bulan Oktober mendatang, perwakilan Menteri memiliki hak suara sebesar 35 persen, sementara Senat Untidar memegang 65 persen bobot suara," jelasnya. (aya/pra)

Editor : Heru Pratomo
bakal calon rektor pilrek Magelang Untidar pengundian nomor urut