Jadi SDM Siap Kerja, Mahasiswa Polbangtan Kementan Diwisuda

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:38 WIB
Mentan Amran Sulaiman mewia
SIAP KERJA: Mentan Amran Sulaiman mewisuda mahasiswa pada Wisuda Nasional Polbangtan dan PEPI Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Kamis (13/8/2026). (ISTIMEWA)

 

 

JAKARTA – Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) berhasil meluluskan 309 mahasiswanya. Mereka diwisuda bersama 1.229 lulusan pada Wisuda Nasional Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Auditorium Gedung F, kantor pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Wisuda kali ini sangat mengesankan. Ada 19 wisudawan Polbangtan Yoma mengikuti prosesi wisuda secara daring dari Jepang. Hal ini karena ke-19 wisudawan itu telah mendapatkan pekerjaan di perusahaan Jepang melalui program specified skilled worker (SSW). 

Selain 19 wisudawan ini, 7 orang lainnya akan menyusul berangkat ke Jepang secara bertahap. Keberangkatan mereka menjadi salah satu indikator keberhasilan pendidikan vokasi yang dilaksanakan Polbangtan Yoma.

Salah satu strategi yang dilakuan Polbangtan Yoma adalah memberikan pembekalan bahasa dan budaya Jepang agar lulusannya bisa memenuhi persyaratan perusahaan. 

Selain itu, sejumlah 68 orang juga dinyatakan lolos seleksi rekrutmen pegawai dari beberapa perusahaan sebelum mereka diwisuda. Sementara, 21 orang telah mantap untuk menjalankan usaha mandiri di sektor pertanian/ peternakan.

Keberhasilan ini tidak luput dari komitmen Polbangtan Yoma untuk meningkatkan performa pendidikannya. Upaya ini ditujukan agar Polbangtan Yoma bisa terus menerus mencetak SDM pertanian yang unggul.

Seperti disampaikan dalam wisuda nasional, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, polbangtan dan PEPI mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang siap terjun ke dunia kerja dan berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. “Kekuatan lulusan vokasi bukan hanya pada apa yang diketahui, tetapi pada apa yang mampu dikerjakan dan masalah apa yang mampu diselesaikan. Lulusan polbangtan dan PEPI harus menjadi problem solver sekaligus penggerak pertanian modern,” tegasnya.

Menurut Amran, sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian nasional. Karena itu, lulusan pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi pertanian Indonesia.

Amran juga mendorong para lulusan untuk tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi mampu menjadi pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha pertanian berbasis inovasi dan teknologi. “Mulailah bertanya usaha apa yang dapat dibangun, berapa orang yang dapat dipekerjakan, dan berapa petani yang dapat diajak bermitra. Saya ingin lahir agripreneur-agripreneur muda dari polbangtan dan PEPI,” tuturnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menambahkan, pendidikan vokasi pertanian terus diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis sesuai bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, kewirausahaan, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi dan digitalisasi pertanian.

Menurutnya, lulusan polbangtan dan PEPI dipersiapkan tidak hanya sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja (job creator) yang mampu berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional. “Para lulusan diharapkan menjadi kekuatan baru SDM pertanian Indonesia, baik sebagai agripreneur, tenaga profesional di dunia usaha dan dunia industri, pendamping petani, tenaga teknis, maupun aparatur pertanian yang mampu mendorong kemajuan sektor pertanian,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembangunan pertanian membutuhkan SDM yang mampu menguasai inovasi dan teknologi sekaligus memiliki kemampuan untuk menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi dan pengembangan usaha pertanian.

Hadir di lokasi wisuda, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan mengatakan, wisuda menjadi momentum bagi lulusan untuk mulai mengabdikan diri kepada masyarakat.

Selama empat tahun mereka digembleng di kawah candra dimuka pertanian. Selain mendapatkan ilmu, sikap dan etika diutamakan. "Kini saatnya sebagai alumni untuk berkontribusi nyata kepada masyarakat, agama, bangsa dan negara," tegasnya.

Hermawan menyatakan, ilmu yang selama ini diperoleh para alumni selama pendidikan harus bisa diimplementasikan di dunia nyata yang sebenarnya.

Melalui wisuda nasional 2026 ini, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya dalam menyiapkan generasi muda pertanian yang unggul, profesional, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan berkelanjutan, hilirisasi, serta modernisasi pertanian Indonesia.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
Polbangtan PEPI Kementerian Pertanian BPPSDMP wisuda nasional