Bukan Sekadar Tradisi! Grebeg Sayur Polbangtan Kementan Jadi Simbol Kuatnya Ketahanan Pangan

Yogi Isti Pujiaji • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 09:51 WIB
GUNUNGAN SAYURAN: Suasana grebeg sayur dalam rangka peringatan dies natalis ke-8 Polbangtan Yoma di kampus Tegalrejo, Magelang, Sabtu (8/8/2026). (ISTIMEWA)
GUNUNGAN SAYURAN: Suasana grebeg sayur dalam rangka peringatan dies natalis ke-8 Polbangtan Yoma di kampus Tegalrejo, Magelang, Sabtu (8/8/2026). (ISTIMEWA)

 

MAGELANG -  Ratusan warga Desa Glagahombo, Purwosari dan Dlimas, Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang memadati lapangan Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta – Magelang (Polbangtan Yoma) untuk mengikuti grebeg sayur, Sabtu (8/8/2026).

Grebeg sayur menjadi acara rutin yang diselenggarakan oleh Polbangtan Yoma dalam rangka memperingati dies natalis.

Pada peringatan ke-8 lahirnya Polbangtan Yoma kali ini, masyarakat mendapatkan sajian dua gunungan sayur dan hewan ternak.

Turut hadir sejumlah pemangku kepentingan untuk memeriahkan acara. Hadir mewakili bupati Magelang, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang Puji Lestari serta perwakilan Polresta Kabupaten Magelang, Dodik Bela Negara, serta pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah SMA/ SMK di kabupaten dan Kota Magelang, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Tegalrejo, dan perusahaan mitra seperti PT. Mustika Jaya Lestari, dan Bank Mandiri.

Polbangtan Yoma terus menggandeng para pemangku kepentingan untuk bersama – sama bersinergi mendukung swasembada pangan nasional. 

Seperti disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, keberhasilan swasembada tidak lepas dari peran aktif pemerintah daerah dalam mengawal produksi, memperluas tanam, menjaga distribusi, serta melindungi petani di wilayah masing-masing. “Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa atas support-nya terhadap sektor pertanian. Kalau ingin negara menjadi negara super power, negara yang menuju Indonesia emas, kita harus kawal sektor pertanian,” ungkapnya.

Mentan Amran menegaskan bahwa sinergi pusat dan daerah menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian Idha Widi Arsanti mengatakan, untuk mencapai swasembada pangan perlu SDM yang kompeten. "Sinergi antara pusat, daerah, penyuluh, dan pendidikan vokasi adalah kunci utama dalam menyiapkan SDM pertanian yang inovatif guna mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam upacara penutupan dies natalis ke-8, Direktur Polbangtan Yoma R. Hermawan menyebut, Polbangtan Yoma mempunyai peran strategis dalam mengupayakan swasembada pangan.

“Polbangtan Yoma sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi vokasi Kementerian Pertanian  di bawah Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian mempunyai tugas mencetak alumni sebagai job creator dan job seeker di bidang pertanian dan peternakan," tuturnya.

Dalam mendukung swasembada pangan, Polbangtan Yoma juga telah banyak melaksanakan kegiatan baik di kampus di lapangan. Antara lain melalui program tridharma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. "Kegiatan di lapangan dilaksanakan melalui PKL, magang, magang berdampak, penerjunan mahasiswa dan dosen di lokasi optimalisasi lahan (oplah) lahan rawa di Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Kalteng, dan Provinsi Jawa Tengah. Serta Provinsi Aceh. Selain itu, alumni Polbangtan Yoma juga ikut berkiprah dalam kegiatan pendampingan brigade pangan di Kalimantan Tengah dan pertanian modern di Provinsi jawa Tengah," jelas Hermawan.

Menurutnya, sebagai institusi maupun insan pertanian, Polbangtan Yoma harus adaptif dan agile menghadapi kondisi sosial dan tuntutan inovasi ke depan. 

Ia pun mengapresiasi mahasiswa yang bisa membagi waktu dengan baik, dengan mengikuti kuliah sambil melakukan usaha. “Artinya, di sini mahasiswa tau kapan waktunya bekerja keras, menggembleng diri. Karena kami sedang menyiapkan anak muda generasi penerus, agar nantinya bisa menikmati hasil dengan tetap sehat dan selalu ingat pada Sang pencipta," katanya.

Sementara itu, Puji Lestari turut mengapresiasi upaya Polbangtan Yoma dalam mencetak SDM pertanian yang unggul. “Polbangtan Yoma adalah salah satu faktor kunci yang berperan dalam menumbuhkan petani muda. Hal ini sejalan dengan program bupati Magelang , yakni 'gemilang potensine'," ucapnya.

Puji mengatakan, bupati Magelang concern pada perkembangan pertanian Kabupaten Magelang. "Hal ini bisa dilihat dari program beliau 'gemilang potensine' dan bagaimana mengembangkan agrowisata, agroindustri di Kabupaten Magelang," bebernya.

Ia melanjutkan, meski baru masuk ke tahun ke delapan, Polbangtan Yoma sudah mencetak generasi petani muda untuk kemajuan Magelang, bahkan untuk Indonesia. “Jajaran pemerintah kabupaten siap bersinergi, berkolaborasi, untuk membangun pertanian di Kabupaten Magelang.” tegasnya di depan ratusan warga dan pemangku kepentingan dalam grebeg sayur Polbangtan Yoma.(yog)

Editor : Yogi Isti Pujiaji
grebeg sayur Polbangtan YoMa Dies Natalis kementan Pertanian