KEBUMEN - Universitas Maarif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen mengambil langkah strategis dengan membuka program studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU). UMNU merasa terpanggil untuk mencetak lulusan profesional di sektor urusan haji dan umrah yang kini semakin berkembang pesat.
Rektor UMNU Kebumen Imam Satibi mengatakan, kehadiran program studi MHU tak lain untuk menjawab kebutuhan zaman. Seiring besarnya potensi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah perlu dibarengi dengan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
"Urusan haji dan umrah itu layanan ibadah umat Islam yang masih sangat prospektif," ujarnya kepada Radar Jogja, Kamis (30/7).
Baca Juga: Sukses Panen Perdana, Pemkab Gunungkidul Siapkan Sumur Bor dan Tambah Anggaran Bopda PKBM
Imam menyatakan, prodi yang akan fokus pada aspek layanan haji dan umrah masih terbilang cukup langka. Bahkan, prodi ini baru hadir satu-satunya di Kebumen.
Dia optimis prodi tersebut bakal diterima baik oleh masyarakat karena relevan dengan kebutuhan. Terlebih lagi saat ini pemerintah telah membentuk Kementerian Haji dan Umrah. "Dari situlah kami terpanggil membuka prodi S1 MHU," ucapnya.
Prodi MHU tersebut akan mulai dibuka efektif pada tahun akademik 2026/2027. Selain dirancang untuk mencetak lulusan profesional, Imam memastikan kurikulum yang diterapkan juga selaras untuk mendukung kualitas layanan penyelenggaraan haji dan umrah yang berkualitas.
Lebih lanjut, melalui terobosan baru tersebut Imam berharap akan memberikan kontribusi dalam memenuhi SDM unggul di bidang layanan haji dan umrah. Di samping itu program MHU juga diharapkan akan memperkuat posisi perguruan tinggi dalam menjawab tuntutan perkembangan zaman.
"Sekarang, jemaah haji dan umrah terus meningkat. Travel perjalanan dan lembaga manasik juga semakin banyak. Kami hadir untuk menjawab tantangan itu," bebernya.
Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kebumen Suwaibatul Aslamiyah mengatakan, Kabupaten Kebumen tahun ini menjadi daerah penyumbang jemaah haji terbanyak di Jawa Tengah. Hal ini menunjukkan tingginya antusias masyarakat untuk pergi haji di tanah suci.
Baca Juga: 15 Perusahaan Inggris Bidik Peluang Proyek Kereta Api di Indonesia
Ia menyebut, dalam sehari rata-rata pendaftar haji di Kebumen sebanyak 15 orang. Mereka berangkat dari berbagai latar belakang seperti ASN, pengusaha, nelayan hinga petani.
"Sehari terkadang ada 25 pendaftar. Sehari pasti ada, paling sedikit minimal ada tiga orang," jelasnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo