JOGJA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menerjunkan sebanyak 3.725 mahasiswa untuk menjalankan program kuliah kerja nyata (KKN) pada Selasa (7/7). Mereka tersebar di beberapa negara serta sejumlah daerah di Indonesia.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdul Qoyum mengatakan, KKN yang diterjunkan merupakan angkatan ke-120. Selain diterjunkan di sejumlah daerah di Indonesia, sebagian mahasiswa juga dikirimkan ke negara Malaysia, Thailand, Jepang, dan Korea Selatan.
“Kami mengingatkan agar para mahasiswa menjalankan KKN dengan penuh tanggung jawab dan senantiasa mengutamakan keselamatan,” ujar Qoyum.Baca Juga: Presiden Prabowo Dampingi PM India ke Prambanan Naik Helikopter dari YIA ke Adisutjipto
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Abdur Rozaki menegaskan, KKN merupakan laboratorium kehidupan yang mempertemukan mahasiswa dengan kearifan lokal. Oleh karena itu, dia mengingatkan agar mahasiswa bisa belajar memahami kehidupan sosial, melatih kepempimpinan dan kesabaran, serta membangun semangat gotong royong di tengah-tengah masyarakat.
Abdur juga menekankan bahwa program KKN bukan hanya sekedar mahasiswa datang ke desa. Namun kesempatan untuk mengenali bagaimana karakteristik masyarakat. Supaya program yang sudah disiapkan bisa tepat sasaran. “Jangan menjadi beban bagi masyarakat, tetapi kenali kehidupan mereka dan ikut membangun masyarakat sesuai dengan aset yang mereka miliki,” pesannya.
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Noorhaidi Hasan menyampaikan, program KKN harus selaras dengan pengentasan berbagai persoalan di Indonesia. Isu seperti pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan, energi bersih, kesetaraan, hingga keadilan sosial merupakan tantangan bersama yang memerlukan kontribusi nyata dari perguruan tinggi. "Jadikan KKN sebagai ruang belajar sekaligus ruang untuk menghadirkan aksi nyata,” tegasnya. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita